Dam Sekaitan Ambrol, Aktivis Sekber LSM Macan Putih Tawarkan Empat Solusi Percepatan Perbaikan
TIMES Banyuwangi/Pentolan Sekretariat Bersama (Sekber) LSM Macan Putih, Ir. As'ad M. Nagib. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)

Dam Sekaitan Ambrol, Aktivis Sekber LSM Macan Putih Tawarkan Empat Solusi Percepatan Perbaikan

Ambrolnya Dam Sekaitan di Banyuwangi memicu perhatian publik. Aktivis Sekber LSM Macan Putih menawarkan empat solusi percepatan perbaikan untuk mencegah gagal tanam dan menjaga ketahanan pangan.

TIMES Banyuwangi,Selasa 3 Maret 2026, 13:00 WIB
258
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIInsiden ambrolnya irigasi Dam Sekaitan di Dusun Donosuko, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, terus memantik perhatian publik. Aktivis senior sekaligus pentolan Sekretariat Bersama (Sekber) LSM Macan Putih, Ir. As’ad M. Nagib, angkat bicara dengan menawarkan sejumlah solusi untuk mengatasi krisis air akibat kerusakan tersebut.

As’ad menilai, kerusakan yang terjadi pada 13 Februari 2026 itu harus segera ditangani. Dam Sekaitan menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare lahan pertanian di Dusun Cungkingan. Jika perbaikan berlarut-larut, petani terancam gagal tanam.

“ Sawah tidak akan mendapat pasokan air. Ini bukan hanya soal petani kehilangan pendapatan, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” tegas As’ad, Selasa (3/3/2026).

Ia menyadari penggunaan APBD tidak dapat dilakukan secara instan karena terikat aturan perencanaan dan penganggaran. Karena itu, As’ad mengusulkan empat solusi agar perbaikan tidak terhambat birokrasi maupun persoalan hukum di kemudian hari.

Pertama, Pemkab Banyuwangi didorong melibatkan pihak ketiga melalui penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Kedua, ia menyarankan koordinasi dengan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) untuk memberikan bantuan langsung pada titik kerusakan.

“Ketiga, bisa dengan menggandeng Pemprov Jatim dan DPRD Provinsi Jatim untuk intervensi bantuan. Keempat, Pemkab bersama DPRD Banyuwangi berkonsultasi ke BPK guna mencari kemungkinan penggunaan dana cadangan dengan pengawasan ketat,” ujarnya.

Menurut pemilik Depot “Sate” Nikmat di Jalan Basuki Rahmat Nomor 53, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi itu, langkah cepat lebih penting daripada sekadar mencari pihak yang bertanggung jawab atas ambrolnya konstruksi.

“Mungkin cara-cara ini mampu memberikan solusi konkret tanpa harus saling menyalahkan,” imbuhnya.

Meski menekankan percepatan solusi, As’ad tetap memberikan catatan kepada Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Ia meminta agar ke depan perencanaan dan kualitas konstruksi benar-benar dijaga sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pengurus KAHMI Banyuwangi tersebut juga menekankan pentingnya badan pengawas pembangunan yang independen, baik dari sisi internal maupun eksternal. Selain itu, klasifikasi dan seleksi terhadap CV atau PT rekanan pemenang proyek perlu diperketat.

“Dengan pengawasan dan kualitas yang sesuai SOP, mutu bangunan dapat diandalkan. Jebolnya Dam Sekaitan ini harus menjadi alarm kehati-hatian bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan. Banyuwangi milik bersama, harus kita jaga bersama,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.