Berita

Pasukan Rusia Babak Belur di Kherson, Sekitar 90 Ribu Meninggal

Jumat, 02 Desember 2022 - 14:25
Pasukan Rusia Babak Belur di Kherson, Sekitar 90 Ribu Meninggal Seorang wanita terlihat mengunjungi makam tentara Ukraina pada Hari Martabat dan Kebebasan di Pemakaman Lychakiv di Lviv. (FOTO: Al Jazeera/AFP)

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Pejabat Ukraina menyebutkan pasukan Rusia babak belur di wilayah Kherson karena jumlah kematian tentaranya terus bertambah, bahkan kini mendekati angka 90.000 orang.

Pasukan Vladimir Putin yang babak belur itu mundur dari bagian garis depan Kherson hari ini, karena kerugian Rusia terus bertambah.

Dilansir The Sun, pasukan Rusia telah melanjutkan retret mereka dari wilayah tersebut, seiring tentara mereka mundur dari kota-kota di tepi Sungai Dnipro di seberang kota Kherson.

Sumber-sumber militer Ukraina mengkonfirmasi mundurnya pasukan Rusia itu dengan mengatakan, penurunan jumlah tentara Rusia dan peralatan militer itu terlihat di pemukiman Oleshky.

"Pasukan musuh ditarik dari pemukiman tertentu di wilayah Kherson dan dibubarkan di jalur hutan di sepanjang bagian jalan raya Oleshky - Hola Prystan," katanya.

Ini terjadi karena kerugian Rusia mendekati 90.000 hanya dalam sepuluh bulan, menurut Kementerian Pertahanan Ukraina.

Pada 1 Desember 2022, pasukan Putin yang tewas tercatat 89.440, dimana 500 orang diantaranya tewas dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu dilansir BBC, ajudan Zelensky mengungkap tercatat hingga 13.000 pasukan Ukraina menjadi korban perang oleh invasi Rusia ini.

Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan antara 10.000 dan 13.000 tentara tewas.

Ukraina jarang memberikan angka korban, dan komentar Mr Podolyak belum dikonfirmasi oleh militer negara itu.

Pada bulan Juni dia mengatakan antara 100 dan 200 tentara Ukraina tewas setiap hari.

Bulan lalu, jenderal paling senior AS, Mark Milley mengatakan, sekitar 100.000 tentara Rusia dan 100.000 tentara Ukraina tewas atau terluka sejak awal perang.

Dalam pidato di video Rabu lalu, ketua Komisi Uni Eropa, Ursula Von der Leyen mengatakan bahwa 100.000 tentara Ukraina telah tewas.

Namun juru bicara Komisi UE kemudian mengklarifikasi bahwa jumlah itu bukan yang tewas saja, namun sudah termasuk yang terluka.

Ajudan Presiden Ukraina, menyebutkan bahwa Ukraina kehilangan hingga 200 tentara sehari.

Ketika berbicara dengan outlet TV Ukraina, Channel 24, Podolyak menyebutkan Ukraina "secara terbuka membicarakan jumlah korban tewas".

"Kami memiliki evaluasi resmi oleh Staf Umum, evaluasi resmi oleh panglima (tuan Zelensky), dan mereka berkisar antara 10.000 hingga 12.500 bahkan sampai 13.000 yang tewas," katanya.

Ditambahkan, bahwa jumlah warga sipil yang tewas bisa jadi "signifikan". BBC News telah mengidentifikasi sekitar 3.600 kematian warga sipil pada pertengahan Juni . Angka tersebut sekarang cenderung jauh lebih tinggi.

Ursula von der Leyen mengatakan, 20.000 warga sipil Ukraina telah tewas. Meskipun jumlah itu tidak ditarik kembali oleh Komisi UE, angka itu dihapus dari versi video selanjutnya bersama dengan pernyataan bahwa 100.000 tentara telah tewas.

Podolyak juga menyatakan bahwa hingga 100.000 tentara Rusia telah tewas sejak invasi dimulai pada 24 Februari, dan 100.000 hingga 150.000 telah terluka, atau hilang atau tidak dapat kembali berperang.

Meski disebut-sebut Rusia babak belur karena hampir 90.000 tentaranya tewas di Ukraina, namun layanan Rusia BBC sendiri telah menetapkan bahwa setidaknya 9.311 tentara Rusia dari semua tingkatan telah tewas sejak invasi pada 24 Februari lalu, dan jumlah korban tewas sebenarnya bisa lebih dari 18.600. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Widodo Irianto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.