Andah Wibisono Doakan Banyuwangi Dari Tanah Suci
Bagi Andah Wibisono, kemajuan pesat yang diraih Banyuwangi saat ini perlu dibarengi dengan dukungan spiritual yang kuat.
Banyuwangi – Dari keheningan spiritual di depan Ka'bah, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk kemajuan dan kemakmuran Bumi Blambangan. Ya, itulah yang dilakukan oleh Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerintahan Daerah, Andah Wibisono, APSH, M.Hum. Di tengah ibadah Umrah, dia mengirimkan getaran spiritual positif langsung dari Tanah Suci Makkah.
Tokoh aktivis sekaligus akademisi asal Sempu, Banyuwangi yang berangkat lewat Travel Tour Haji Umroh BWITOUR ini berharap, momentum ibadah di tempat mustajab tersebut menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi.
"Dari Tanah Suci, kami mendoakan agar kebaikan, keberkahan, kebahagiaan, dan kemakmuran senantiasa terlimpah untuk daerah kita tercinta dan seluruh masyarakat Banyuwangi," ujar Andah Wibisono kepada TIMES Indonesia, Minggu (15/2/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar MD KAHMI Banyuwangi ini secara khusus melantunkan doa untuk para pemimpin daerah. Dia berharap jajaran pejabat dil ingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, diberikan kekuatan dan ketulusan dalam mengabdi kepada rakyat.
Dalam sujud dan doa-doanya, Andah menyebut nama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, beserta suami, Abdullah Azwar Anas (Mantan Menpan RB). Tak ketinggalan, doa juga ditujukan bagi Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, Sekda Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM, hingga seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi.
Doa terbaik yang dilangitkan itu juga dikhususkan untuk mantan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang kini mengemban tugas baru sebagai Dirreskrimsus Polda Papua. Serta Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan.
"Sinergi antar pemimpin adalah kunci. Kami juga mendoakan kalangan anggota DPRD Banyuwangi, para tokoh ulama, tokoh masyarakat, rekan-rekan aktivis, dan seluruh elemen bangsa agar terus bersatu membangun daerah," tambahnya dengan penuh kekhusyukan.
Bagi Andah, kemajuan pesat yang diraih Banyuwangi saat ini perlu dibarengi dengan dukungan spiritual yang kuat. Dia meyakini bahwa dengan doa yang tulus dari berbagai penjuru dunia, rintangan pembangunan akan lebih mudah dilalui dan keadilan sosial akan semakin dirasakan masyarakat.
Narasi optimisme yang dikirimkan dari Makkah ini menjadi suntikan semangat bagi publik di tanah air. Bahwa di tengah dinamika pembangunan, dukungan moral dan spiritual dari tokoh intelektual seperti Andah Wibisono menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai keberkahan dalam setiap kebijakan publik.
Ibadah umrah sosok yang terkenal sebagai akademisi dan Rocky Gerungnya Banyuwangi ini menjadi simbol bahwa pengabdian pada daerah tidak terbatas oleh jarak, melainkan melalui ikhtiar dan doa yang menembus batas-batas geografis. (*):
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



