https://banyuwangi.times.co.id/
Ekonomi

IES 2026 Siap Digelar di Jakarta, Hadirkan 100 Lebih Pembicara Ekonomi dari Berbagai Negara

Senin, 26 Januari 2026 - 18:34
IES 2026 Siap Digelar di Jakarta, Hadirkan 100 Lebih Pembicara Ekonomi dari Berbagai Negara Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council, Arsjad Rasjid saat diwawancara oleh media di Jakarta. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Indonesia Economic Summit (IES) 2026 pada 3–4 Februari 2026 di Jakarta, Indonesian Business Council (IBC) menegaskan peran IES sebagai platform strategis yang mendorong dialog ekonomi menjadi aksi kebijakan dan implementasi. 

Gelaran ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pemikir global untuk membahas arah pertumbuhan Indonesia dengan dinamika ekonomi regional dan global.

Mengusung tema “Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity,” IES 2026 akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara dan partisipan dari berbagai negara, yang terdiri atas pejabat tinggi pemerintah, pemimpin dunia usaha nasional dan internasional, investor, pakar ekonomi, serta perwakilan lembaga internasional. 

Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan rantai pasok global, IES 2026 akan membahas arah kebijakan ekonomi untuk mendorong pertumbuhan inklusif, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses pasar, pembiayaan, dan teknologi.

Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council, Arsjad Rasjid mengatakan, antusiasme dan keberagaman peserta menunjukkan bahwa IES dipercaya sebagai forum dialog yang bermakna. Hal tersebut disampaikan saat konferensi pers di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/1/2026).

"Melalui IES, kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya dilihat sebagai pasar, tetapi sebagai tujuan investasi bernilai tambah, kompetitif, berdampak, dan terhubung dengan dinamika ASEAN serta ekonomi global, agar peluang yang tercipta benar-benar dirasakan oleh dunia usaha nasional," katanya.

CEO Indonesian Business Council, Sofyan Djalil menambahkan, IES dirancang untuk memastikan diskusi ekonomi tidak berhenti di level wacana. Di tengah perubahan global dan tantangan struktural, Indonesia membutuhkan model pertumbuhan yang realistis, inklusif, berbasis produktivitas, dan ditopang kebijakan serta implementasi yang tepat. 

"Melalui dialog yang terbuka dan evidence based, IES mendorong lahirnya agenda kebijakan yang tidak hanya tepat secara konsep, tetapi juga siap dijalankan," jelasnya.

Sementara itu, COO Indonesian Business Council, William Sabandar, menyampaikan, agenda ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pemikir global dalam dialog yang terbuka dan konstruktif.

"Fokus kami adalah memastikan perspektif pelaku usaha Indonesia terhubung langsung dengan arah kebijakan ekonomi nasional, sehingga forum ini menjadi rujukan yang kredibel bagi para pemangku kepentingan," ujarnya.

Informasi yang diterima TIMES Indonesia, dalam acara ini dari Indonesia sendiri akan diwakili antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lalu, juga ada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Perdagangan & Kerjasama Multilateral sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu dan mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. (*)

Pewarta : Moh Ramli
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.