Ekonomi

Akselerasi Potensi Wakaf Uang, Berikut Penjelasan CWLS dan SLW

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:12
Akselerasi Potensi Wakaf Uang, Berikut Penjelasan CWLS dan SLW Ilustrasi wakaf uang. (FOTO: ist)

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Potensi pencapaian wakaf uang di Indonesia bisa mencapai Rp180 triliun per tahun. Tetapi potensi yang sudah dicanangkan sejak tahun 2010 ini belum tercapai.

Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Imam T. Saptono menjelaskan bahwa akumulasi wakaf uang sudah sekitar Rp2, 23 triliun.

“Saat ini akumulasi wakaf uang  baru sebesar RP 2,23 triliun atau kurang dari 2% dari potensi Rp180 triliun,” jelas Imam dalam Rakernas dan Workshop Forum Jurnalis Wakaf Indonesia ( Forjukafi) di Jakarta, Sabtu (24/2/2024).

Imam mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadi penghambat pencapaian wakaf uang diantaranya rendahnya literasi wakaf di tengah masyarakat yang masih sebatas wakaf tanah dan bangunan.

“Sementara literasi wakaf uang belum terlalu dipahami. Karenanya ini menjadi tugas jurnalis untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya tentang wakaf uang di masyakarat,” pinta Imam.

Dalam penyampaiannya, Imam menerangkan bahwa peningkatan literasi soal wakaf uang perlu strategi tersendiri karena berkaitan dengan instrumen keuangan perbankan.

Menurutnya, saat ini ada sejumlah instrumen keuangan yang disediakan lembaga keuangan yang berkaitan dengan wakaf. Di antaranya CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk) Ritel, SLW (Sukuk Linked Waqh), atau CWLD (Cash Waqh Linked Deposit).

Imam.jpgWakil Ketua Badan Pelaksana BWI Imam T. Saptono. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

“Instrumen-instrumen ini, dinilai masih terlalu rumit dipahami oleh masyarakat. Sehingga  menjadi salah satu faktor belum maksimalnya penyerapan potensi wakaf uang di Indonesia,” terangnya.

Oleh sebab itu, Imam mendorong semua pihak termasuk jurnalis untuk berperan serta meningkatkan literasi wakaf uang agar potensi yang diharapkan dapat tercapai.

Kemudian, apa itu CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk) Ritel, SLW (Sukuk Linked Waqh), atau CWLD (Cash Waqh Linked Deposit)?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel adalah investasi wakaf uang pada sukuk negara yang imbalannya disalurkan oleh Nazhir (pengelola dana dan kegiatan wakaf) untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

Adapun keunggulan di CWLS yaitu aman, amanah, mudah, produktif, utuh dan berkah karena pemanfaatan CWLS ritel untuk bantuan beasiswa pendidikan, bantuan tuna netra, bantuan ekonomi gerobak, bantuan sanitasi dan mck serta bebaskan buta aksara Al-Quran.

CWLS Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, jadi tidak mengandung unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi), serta telah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (Nomor B-0352/DSN-MUI/IV/2023 tanggal 7 Juni 2023).

Cara berwakaf uang melalui skema CWLS ritel (online & offline) yaitu, wakif individu dapat memesan swr002 (sukuk wakaf retail) secara online dan offline, sementara wakif instusi dapat memesan swr002 secara offline. Adapun mitranya yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Muamalat, CIMBNiaga Syariah, Permata Bank Syariah, Bank Mega Syariah dan KB Bukopin Syariah.

Dilansir dari laman resmi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sukuk Linked Wakaf (SLW) secara sederhana adalah sukuk. Dana yang terkumpul dari penjualan sukuk akan digunakan oleh pemerintah dan nazhir untuk proyek produktif di atas tanah wakaf. Selama ini, apa pun bentuk proyek, porsi harga tanah adalah cukup signifikan. Sehingga apabila tanahnya adalah tanah wakaf, tentunya akan lebih efisien.

Sukuk jenis ini digagas oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan kementerian lain yang terkait. Laba dari proyek produktif akan digunakan untuk berbagai kebutuhan di sektor sosial, salah satunya adalah sektor kesehatan.

SLW ini sendiri mempunyai banyak kelebihan, antara lain, optimalisasi tanah wakaf, tidak menggunakan dana pemerintah, distribusi kekayaan, khusus peruntukan pada kesehatan, dengan laba hasil dari proyek wakaf, kuantitas jumlah orang yang dapat dibantu melalui premi BPJS menjadi semakin banyak, perlu bagi hasil untuk investor pun akan menarik, karena selain efisien, proyek hotel yang dimaksud di atas telah melalui studi kelayakan yang baik terkait dengan ekspektasi tingkat hunian dan harga. (*)

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.