Berita

Ini Cara Dispendik Banyuwangi Tangani Stunting

Rabu, 18 Januari 2023 - 22:22
SAS, Cara Dispendik Banyuwangi Cegah dan Tanggulangi Stunting Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno. (Foto : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Stunting masih menjadi momok yang harus ditangani Pemerintah Banyuwangi karena mengganggu tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu Dinas Pendidikan (Dispendik Banyuwangi) upgrade program Sekolah Asuh Stunting (SAS) guna menjadikan masyarakat Banyuwangi Zero Stunting.

Dalam hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Suratno, Dispendik memiliki dua peran penting sekaligus dalam program SAS yang salah satu fokusnya ialah peran penanggulangan terhadap masyarakat yang telah terkena stunting, bayi dua tahun (baduta) dan bayi lima tahun (balita).

Dalam peran penanggulangan tersebut sekolah memberikan wadah asuh kepada masyarakat yang terkena stunting dan baduta yang bertempat tinggal tidak jauh dari wilayah sekolah tersebut dengan maksimal jarak satu kilometer lebih.

"Nanti mereka akan diasuh diberikan makanan tambahan serta dilakukan kontroling dan evalusi oleh tim kesehatan, sekolah dan RT setempat," jelasnya, Rabu (18/01/2023).

Dalam program SAS tersebut sekolah juga ikut menjadi pendamping dengan memberikan wawasan kepada ibu dengan resiko tinggi (bumilristi) stunting dari keluarga yang kurang mampu agar tidak terkena stunting.

"Dalam program SAS pendampingan bumilristi tersebut adalah peran kedua kami yaitu pencegahan," pungkasnya.

Yang menjadi agenda utama dari Dispendik sendiri ialah mendorong usaha kesehatan sekolah (UKS) bisa kembali hidup dan beroperasi secara maksimal supaya pendidikan kesehatan disekolah berjalan secara masif.

Secara khusus melalui UKS, Suratno menambahkan, siswa-siswi yang sudah masuk usia dewasa terutama yang perempuan agar terus terlayani obat tablet penambah darah dan tablet penambah zat besi. Pasalnya remaja putri yang kekurangan sel darah merah atau anemia menjadi salah satu faktor kelahiran anak dengan beresiko stunting. 

"Kami berkordinasi dengan puskesmas agar menjamin tablet penambah darah dan zat besi dapat memenuhi kebutuhan UKS sekolah," ujar Suratno.

Sebagai informasi saat ini pemerintah Banyuwangi targetkan penurunan angka stunting pada tahun 2023 di angka 17 persen. Melihat data terbaru Dinas Kesehatan Banyuwangi, di tahun 2023 angka stunting di Banyuwangi tercatat sekitar 2704 jiwa, mengalami tren penurunan dari tahun 2022 yaitu sekitar 4371 jiwa.

Peran Dispendik Banyuwangi sendiri dirasa butuh dalam mengurai permasalahan publik yang datang seperti kasus stunting. Dengan peran pencegahan dan penanggulangan yang terdapat dalam program SAS tersebut menjadi langkah jitu mengatasi kasus hingga zero stunting. Pendidikan serta wawasan tentang kesehatan yang berkaitan dengan kebutuhan gizi juga sebagai meningkatkan kualitas SDM di Banyuwangi.(*)

Pewarta :
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.