https://banyuwangi.times.co.id/
Berita

KSOP Tanjung Wangi Sterilkan Area Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dari Aktivitas Pelayaran

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:47
KSOP Tanjung Wangi Sterilkan Area Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dari Aktivitas Pelayaran Kapal crane Pioneer 88 berkapasitas GT 2256 lego jangkar. Kapal pengangkat KMP Tunu Pratama Jaya. (FOTO : Dukumentasi Istimewa)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi mengeluarkan peringatan untuk mensterilkan area di sekitar titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya bagi seluruh aktivitas pelayaran. 

Langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan Notice to Marine guna mencegah terjadinya bahaya navigasi dan menjamin kelancaran pengangkatan bangkai kapal di perairan Selat Bali tersebut.

Pemberitahuan tersebut ditetapkan melalui Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI. 2 Tahun 2026 tertanggal 29 Januari 2026. Dalam pemberitahuan tersebut, KSOP Tanjung Wangi menginformasikan kepada seluruh nakhoda dan perusahaan pelayaran bahwa adanya kegiatan pekerjaan bawah air sedang berlangsung pada titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

KSOP Tanjung Wangi juga menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal selama pekerjaan berlangsung. Area pembatasan ditentukan berdasarkan sejumlah koordinat yang telah ditetapkan guna menjamin keselamatan pelayaran serta kelancaran pekerjaan di lapangan. 

"Kami menginstruksikan seluruh kapal yang berlayar di sekitar lokasi untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan, serta mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan setempat." Kata Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana, Jumat (30/1/2026).

Selama kegiatan berlangsung, area kerja dijaga oleh kapal patroli dan dilengkapi dengan tanda pengamanan sementara berupa buoy atau marker.

Pemberitahuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga kegiatan pengangkatan dinyatakan selesai atau sampai diterbitkannya pemberitahuan resmi selanjutnya. 

"kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjamin keselamatan pelayaran dan keamanan aktivitas maritim di perairan Selat Bali," ujar Purgana.

Untuk proses pengangkatan sendiri, lanjut Purgana, kemungkinan berlangsung dalam waktu sekitar satu bulan. Lamanya waktu tersebut terjadi karena proses pengangkatan bangkai kapal harus dilakukan secara bertahap. 

Melihat kondisi arus dan perairan tempat tenggelamnya kapal, pengangkatan dilakukan dengan cara mengambil beberapa bagian dari kapal. Diantaranya seperti railing dan bagian kapal yang tercecer. Termasuk kendaraan muatan kapal yang ikut tenggelam di dasar laut. 

"Hal tersebut dilakukan karena dikhawatirkan, bagian-bagian tersebut akan terseret mendekati kabel laut jika tidak segera diangkat," terang Purgana. (*)

Pewarta : Anggara Cahya
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.