TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Kabupaten Banyuwangi mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sebanyak 60 ribu sachet susu pendamping bagi pasien TB paru resmi diterima Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).
Bantuan susu tersebut merupakan bagian dari program pilot project nasional Kemenkes untuk menguji efektivitas pemberian susu sebagai pendamping konsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Banyuwangi menjadi salah satu daerah terpilih dalam uji coba program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan susu tersebut dikemas dalam 1.000 dus, dengan masing-masing dus berisi 60 sachet. Susu formula ini terbuat dari bahan susu kambing dan kurma.
“Susu tersebut diperuntukkan bagi penderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan OAT,” ujar Amir, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, program susu pendamping ini menjadi salah satu prioritas Kemenkes dalam mempercepat proses penyembuhan pasien TB. Tidak semua daerah mendapatkan kesempatan serupa, sehingga Banyuwangi diharapkan mampu menjadi contoh penerapan program nutrisi pendamping terapi TB.
“Setiap pasien akan menerima 60 sachet untuk kebutuhan satu bulan. Jika hasil uji coba menunjukkan dampak positif, maka bantuan ini berpotensi ditambah,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, jumlah kasus TB terkonfirmasi saat ini mencapai sekitar 3.000 kasus, dengan mayoritas penderita berada pada kelompok usia produktif 15 hingga 59 tahun. Sementara itu, jumlah suspek TB tercatat mencapai sekitar 26 ribu orang.
Wilayah dengan temuan kasus terbanyak berada di Banyuwangi kota dengan 291 kasus, disusul Kecamatan Kalipuro sebanyak 231 kasus, serta Kecamatan Muncar.
“Distribusi susu ke puskesmas sudah mulai dilakukan dan akan dibagikan secara serentak kepada pasien TB yang memenuhi kriteria,” papar Amir.
Ia menambahkan, pemberian susu pendamping ini akan diprioritaskan bagi pasien TB dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, sebagai pendukung terapi pengobatan yang sudah berjalan.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan angka kesembuhan pasien TB di Banyuwangi dapat meningkat. Saat ini, tingkat kesembuhan TB di Banyuwangi berada di angka 88 persen dan ditargetkan naik menjadi 95 persen. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |