TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan sejumlah pesan kepada masyarakat Bumi Blambangan agar terhindar dari kasus Super Flu yang tengah merebak.
Sebelum itu, penting untuk diketahui, penyakit super flu bukan merupakan sebuah penyakit baru atau virus baru. Super Flu adalah evolusi dari virus influenza yang disebut dengan Subclade K.
"Ini bagian dari evolusi virus influenza A(H3N2) yang selama ini sudah ada. Evolusinya disebut Subclade K. Jadi, ini bukan sebuah virus baru. Hanya memang berevolusi dan tidak mematikan," kata Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, Jumat (9/1/2026).
Saat ini hingga Desember 2025 di Indonesia, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Super Flu ini juga sempat meningkat secara global, yang mana terdeteksi mewabah di China, Korea Selatan, Jepang, Singapura dan Thailand.
"Tapi pada November dan Desember, di negara-negara itu kasusnya sudah menurun," terang Amir.
Merujuk informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Amir mengungkapkan bahwa persebaran kasus Super Flu di Indonesia sejauh ini masih tergolong terkendali. Munculnya data kasus belakangan ini merupakan hasil dari langkah proaktif pemerintah yang melakukan tracing (penelusuran) di sejumlah daerah terindikasi.
Khusus di wilayah Jawa Timur, pengambilan sampel dilakukan di wilayah Malang. Dari hasil uji laboratorium tersebut, ditemukan adanya sampel yang dinyatakan positif.
"Banyuwangi tidak termasuk yang menjadi titik pemantauan. Sehingga tidak ada terdeteksi kasus yang ada disini," terang Amir.
Meski demikian, Dinkes Banyuwangi berpesan agar masyarakat tidak panik. Selain itu warga Banyuwangi diimbau agar senantiasa melakukan pola hidup sehat dan bersih.
Diantaranya seperti makan sehat dan bergizi, diimbangi dengan olahraga untuk meningkatkan imunitas pada cuaca yang tak menentu. Termasuk mencuci tangan.
Menjaga etika bersin dan batuk dengan menjaga jarak dan menutupnya. Apabila terkena flu disarankan menggunakan masker untuk mengurangi penyebaran. Selain itu hindari menggunakan antibiotik tanpa anjuran dokter.
"Bisa juga melakukan vaksinasi influenza bagi kelompok rentan. Jika siswa yang bergejala flu dan batuk, kami imbau sekolah untuk mengizinkan siswa itu belajar dari rumah," imbau Amir.
“Kami juga telah meminta layanan kesehatan di Banyuwangi untuk siaga,” imbuhnya. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |