TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Seorang buruh tani bernama Alapi Hariyono (64), warga Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur dilaporkan hanyut terseret arus sungai Kemapag, Kamis (8/1/2026) dan hanya menyisakan mesin potong rumput.
Kapolsek Singojuruh, AKP Achmad Rudy, S.H., mengungkap, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat wilayah Singojuruh diguyur hujan deras. Saat itu saksi bernama Endang Suyitno yang merupakan kakak korban melihat adiknya tersebut tengah berteduh di sebuah pondok milik saksi.
Setelah hujan sedikit reda, Endang sempat pulang ke rumah untuk mengantar hasil panen cabai. Saat itu, lanjut AKP Rudy, saksi masih melihat Alapi berada di pondok tersebut. Namun, ketika saksi kembali lagi untuk menjemput istrinya, korban sudah tidak terlihat di lokasi.
"Saksi awalnya mengira korban sudah pulang duluan ke rumah. Namun, hingga pukul 19.00 WIB, istri korban melapor bahwa suaminya belum juga kembali," jelas Kapolsek Singojuruh Jumat (9/1/2026).
Pihak keluarga bersama warga setempat langsung berusaha mencari, dengan menyusuri sungai Kemapag. Sayangnya hanya mesin potong rumputnya yang ditemukan tersangkut pada ranting kurang lebih 500 Meter dari tempat korban biasa menyebrang sungai.
“Menerima kabar itu, kami langsung langsung berkoordinasi dengan Pemdes dan melakukan pencarian,” kata AKP Achmad Rudy.
Pada Jumat (9/1/2026) pagi pukul 06.30 WIB, pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan dengan menyusuri sungai Kemapag Dusun Kumbo, Desa Gumirih, oleh Polsek Singojuruh, Basarnas, Relawan BPBD, Pemdes dan masyarakat sekitar. (*)
| Pewarta | : Anggara Cahya |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |