Kemacetan jalur Ketapang Banyuwangi. (FOTO : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

Ambulans Pasien Darurat Terpaksa Putar Balik Keluar Kota Imbas Macet Ketapang Banyuwangi

Sejumlah mobil ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat terpaksa putar balik dan dialihkan ke luar kota akibat terjebak kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

TIMES Banyuwangi,Kamis 25 Juni 2026, 16:41 WIB
376
A
Anggara Cahya

BANYUWANGISejumlah mobil ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat terpaksa putar balik dan dialihkan ke luar kota akibat terjebak kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Lonjakan volume kendaraan di momen libur panjang ini benar-benar melumpuhkan jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dampaknya pun kian mengkhawatirkan, tidak sekadar mematikan aktivitas ekonomi, kemacetan ini kini bertaruh dengan keselamatan jiwa manusia.

Dampak paling parah dirasakan oleh warga di Kecamatan Wongsorejo. Kemacetan di jalur utama membuat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat kini terisolasi dan kesulitan menjangkau pusat layanan kesehatan di wilayah kota.

Dalam situasi normal, pasien dari wilayah utara Banyuwangi yang membutuhkan penanganan medis lanjutan akan langsung dirujuk ke RSUD Blambangan. Namun, lumpuhnya arus lalu lintas kali ini memaksa tim medis mengambil keputusan darurat, yaitu memutar balik ambulans dan mengalihkan rujukan jauh ke arah utara, menuju Kabupaten Situbondo.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat, membenarkan adanya pengalihan rute ambulans. Menurutnya, keputusan darurat itu diambil sebagai langkah penyelamatan agar pasien tidak terlambat mendapatkan tindakan medis.

"Total ada empat pasien. Biasanya warga yang sakit dirujuk ke RSUD Blambangan, tetapi karena mendapatkan informasi adanya macet parah, para pasien langsung diarahkan ke Situbondo," jelasnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut penjelasan Amir, keempat pasien itu menderita penyakit yang memerlukan penanganan medis dari dokter spesialis. Pihaknya menilai, membiarkan pasien menunggu hingga kemacetan di jalur Ketapang terurai akan sangat membahayakan keselamatan mereka.

Dari empat pasien yang dialihkan ke Situbondo, masih kata Amir, tiga di antaranya merupakan pasien dari Puskesmas Bajulmati yang dievakuasi menggunakan ambulans. Sementara satu pasien lainnya yang merupakan warga Situbondo dan sebelumnya dirawat di Puskesmas Wongsorejo melakukan rujukan secara mandiri ke Situbondo.

"Untungnya para pasien adalah peserta BPJS, sehingga mereka bisa langsung ditangani oleh rumah sakit alternatif terdekat yang bekerja sama," ungkapnya.

Insiden ini menjadi peringatan bagi para pemangku kebijakan. Kemacetan di kawasan Ketapang bukan lagi sebatas persoalan keterlambatan logistik atau terganggunya kenyamanan wisatawan, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa

Atas kejadian tersebut, Dinkes Banyuwangi berharap pihak terkait segera menemukan solusi transportasi dan urai macet yang efektif di jalur Banyuwangi, agar akses kemanusiaan dan kesehatan tidak lagi tersandera di jalan raya.

"Semoga persoalan bisa segera teratasi," ujar Amir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Anggara Cahya
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.