Banyuwangi Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Imbau Warga Utamakan Kebersihan Lingkungan
Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Bumi Blambangan nihil temuan kasus Hantavirus. Meski statusnya aman, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap mengutamakan pola hidup bersih serta men
BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Bumi Blambangan nihil temuan kasus Hantavirus. Meski statusnya aman, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap mengutamakan pola hidup bersih serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat mengungkapkan, sampai dengan awal Mei 2026 pihaknya masih belum mendapat laporan atau temuan kasus positif infeksi Hantavirus.
“Meskipun di Banyuwangi tidak ada temuan kasus, tapi di Indonesia sendiri sudah tercatat 23 kasus positif Hantavirus dan kurang lebih 200 orang suspect,” katanya, Senin (11/6/2026)
Guna mencegah dan memutus rantai penularan virus yang bersumber dari kotoran tikus tersebut, Dinkes Banyuwangi kini tengah meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya penyakit Hantavirus serta mengedukasi masyarakat terkait upaya pencegahannya.
Sebagai bentuk edukasi, Amir menjelaskan bahwa Hantavirus dapat menular melalui kontak dengan kotoran, urine, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi. Penularan paling sering terjadi saat kotoran atau urine tikus yang telah mengering bercampur dengan debu, kemudian terhirup oleh manusia.
“Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” jelas Amir.
Lebih lanjut Amir menyampaikan, bahwa penyakit akibat Hantavirus berkembang secara bertahap. Pada fase awal, penderita umumnya mengalami gejala serupa infeksi virus pada umumnya, seperti demam tinggi dan nyeri tubuh. Namun, jika kondisi memburuk, virus ini dapat memicu ruam hingga gangguan pernapasan serius, seperti batuk dan sesak napas.
“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” tuturnya.
Sebagai langkah pencegahan, Amir mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Hal ini dinilai krusial guna meminimalisir risiko tikus berkembang biak di sekitar area pemukiman warga.
warga diminta untuk konsisten menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tempat penyimpanan makanan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi. Selain itu, masyarakat diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus
“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” paparnya.
Amir juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan beristirahat secara cukup. Menurutnya, sistem imun yang prima merupakan benteng utama bagi tubuh dalam melawan berbagai infeksi virus.
“Jaga kebersihan, dan jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,” tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

