TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah ujung timur Pulau Jawa, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., resmi meluncurkan 10 Pilar Kebijakan Strategis.
Sangat jelas 10 pilar kebijakan Kapolresta Banyuwangi akan bermuara dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta kondusivitas.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofig Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H., mengatakan jika, 10 pilar kebijakan strategis bukan hanya sebuah visi semanta namun harus menjadi pedoman kerja seluruh jajaran kepolisian Bumi Blambangan.
“Semoga seluruh personel mampu menyatukan langkah, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan semakin dicintai masyarakat," katanya, Sabtu (24/1/2026).
Poster 10 Pilar Kebijakan Strategis Kapolresta Banyuwangi
Adapun 10 pilar kebijakan strategis tersebut yaitu :
1. Penguatan soliditas internal dan peningkatan kesejahteraan anggota.
2. Harmonisasi sosial budaya melalui pendekatan tokoh masyarakat
3. Penguatan strategi intelijen keamanan dan politik lokal.
4. Penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional dan transnasional.
5. Pemberantasan narkoba secara konsisten dan berkelanjutan.
6. Peningkatan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.
7. Manajemen pengamanan wilayah serta perlindungan obyek vital nasional.
8. Pengelolaan atensi publik dan pengamanan sektor pariwisata.
9. Penanganan dan resolusi konflik agraria serta sumber daya alam.
10. Pencegahan dan penanggulangan terorisme, radikalisme, dan kejahatan siber.
Kebijakan ini menuntut anggota Polresta Banyuwangi untuk memadukan antara penegakan hukum yang tegas, dan pendekatan humanis kepada warga.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq juga menekankan tentang pentingnya membangun karakter personel yang kuat secara spiritual dan moral. Pria nomor satu di Polresta Banyuwangi itu mengajak seluruh anggota untuk senantiasa hidup bersyukur, berhati-hati dalam melangkah, serta menjalani kehidupan secara sederhana dan normal.
"Rekan-rekan semua jangan sampai melupakan kewajiban ibadah, khususnya sholat dan bersholawat. Karena kewajiban itu menjadi pondasi keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan tugas," ucapnya. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |