TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan pentingnya pengendalian diri sebagai fondasi utama terciptanya ketertiban dan kondusifitas daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan bertajuk ‘Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati bersama Kapolresta Banyuwangi’ yang diinisiasi Ketua PC GM FKPPI 1325 Banyuwangi, KH. Ir. Ahmad Wahyudi, S.H., M.H., di Aula Sidqi Ponpes Adz-Dzikra, Banyuwangi, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang memadukan nuansa religi, budaya, dan kebangsaan itu dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Ir. R. Agoes Soerjanto, M.T., Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi mahasiswa. Suasana acara berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan sarat pesan moral.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Dr. Rofiq tidak hanya hadir sebagai pejabat, tapi juga menyatu dengan masyarakat. Dia menyanyikan tembang Jawa klasik Tombo Ati serta menjelaskan makna lagu Lir-Ilir, yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan.
“Lir-ilir mengajarkan kita untuk ‘ngelilir’, membuka mata dan kesadaran melihat alam semesta serta diri kita sendiri. Kita disuruh ‘angon’ atau menggembala, yang maknanya menjaga dan mengendalikan diri,” ujarnya.
Kombes Pol Dr. Rofiq juga menjelaskan simbol manjat blimbing dengan lima sisi yang dapat ditafsirkan sebagai banyak hal, seperti Pancasila, rukun Islam, hingga lima obat hati dan salat lima waktu.
Lebih lanjut, Kapolresta menekankan bahwa setiap individu sejatinya adalah ‘penggembala’ bagi dirinya sendiri.
“Domba-domba dalam hati kita harus diarahkan, dijaga agar tidak dikuasai oleh hawa nafsu. Jika setiap orang mampu mengendalikan dirinya, maka ketertiban akan tercipta tanpa harus selalu dipaksa,” jelasnya.
Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan gagasan mempolisikan masyarakat untuk dirinya sendiri. Artinya, kesadaran hukum dan moral tumbuh dari dalam, bukan semata karena pengawasan aparat. Pengendalian diri, rasa syukur, serta mengikuti tuntunan kebaikan menjadi kunci membangun masyarakat Banyuwangi yang damai dan harmonis.
Tak hanya itu, Kombes Pol Dr. Rofiq juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus nguri-nguri atau melestarikan budaya leluhur. Menurutnya, nilai-nilai budaya lokal yang sarat kearifan dapat menjadi benteng moral di tengah tantangan zaman modern.
Sementara itu, Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Ir. R. Agoes Soerjanto, M.T., mengapresiasi kegiatan yang digelar PC GM FKPPI 1325 Banyuwangi. Dia menilai acara tersebut sebagai contoh sinergi positif antara aparat kepolisian, organisasi masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menyejukkan hati, memperkuat nilai kebangsaan, serta membangun komunikasi yang harmonis antara pemimpin dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan budaya dan spiritual seperti ini, Banyuwangi diharapkan terus menjadi daerah yang aman, tertib, dan kondusif, dengan masyarakat yang sadar akan perannya masing-masing dalam menjaga kedamaian bersama. (*)
| Pewarta | : Fazar Dimas Priyatna |
| Editor | : Faizal R Arief |