BNPB Fokuskan Penanganan Warga dan Akses Wilayah Pascatanah Longsor di Jepara
TIMES Banyuwangi/Bencana tanah longsor merusak rumah warga di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat (16/1/2026). ANTARA/HO-BNPB.

BNPB Fokuskan Penanganan Warga dan Akses Wilayah Pascatanah Longsor di Jepara

BNPB menegaskan komitmen penanganan maksimal bagi warga terdampak tanah longsor di Kabupaten Jepara dengan fokus pada keselamatan manusia, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembukaan akses wilayah.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 17 Januari 2026, 11:44 WIB
227K
I
Imadudin Muhammad

JAKARTABadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama dalam penanganan bencana tersebut, yakni penanganan masyarakat terdampak secara maksimal, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pembukaan akses dan perbaikan infrastruktur.

“Yang harus ditangani secara maksimal adalah manusianya, orangnya. Keselamatan dan kondisi warga menjadi prioritas utama,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Bencana tanah longsor terjadi pada Jumat (9/1) dan berdampak pada empat desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jepara. Salah satu dampak paling signifikan adalah tertutupnya akses menuju Desa Tempur akibat timbunan material longsor.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 13 kepala keluarga di Desa Tempur terdampak kerusakan rumah. BNPB menyatakan siap mendukung pemerintah daerah dalam proses relokasi warga, termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang dipindahkan ke lokasi aman.

“Tidak harus membangun banyak rumah. Satu atau dua rumah pun tidak apa-apa, yang terpenting masyarakatnya tertangani dengan baik,” katanya.

Selain itu, BNPB memastikan kebutuhan dasar warga terdampak telah terpenuhi. Dalam 24 jam terakhir, bantuan logistik telah disalurkan dan akan terus ditambah apabila masih terdapat kekurangan, baik untuk kebutuhan pangan maupun nonpangan.

“Kebutuhan dasar bukan hanya makan dan minum, tetapi juga pakaian, tempat tidur, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan pencegah penyakit dan cuaca dingin. Semua itu harus dipenuhi,” jelas Suharyanto.

Terkait akses wilayah, BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang telah mengerahkan alat berat untuk membuka jalan yang tertutup material longsor. BNPB juga menyatakan kesiapan untuk menambah dukungan alat berat serta pembiayaan pembangunan jembatan darurat apabila diperlukan.

Upaya terpadu antara BNPB dan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan secara normal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.