Buah Arbei atau stroberi hutan yang sudah matang. (FOTO: Riswan Efendi/TIMES Indonesia)

Bagaikan miniatur surga yang ada di bumi, Kabupaten paling timur pulau jawa ini selalu menyuguhkan kekayaan alam yang tiada habisnya. Salah satunya adalah tanaman arbei atau biasa disebut dengan stroberi hutan yang kini menjadi primadona masyarakat Desa S

TIMES Banyuwangi,Sabtu 5 Juni 2021, 20:27 WIB
233.1K
R
Rizki Alfian

BANYUWANGIBagaikan miniatur surga yang ada di bumi, Kabupaten paling timur pulau jawa ini selalu menyuguhkan kekayaan alam yang tiada habisnya. Salah satunya adalah tanaman arbei atau biasa disebut dengan stroberi hutan yang kini menjadi primadona masyarakat Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Tanaman yang tumbuh liar di hutan ini dapat ditemukan di bawah rerimbunan pohon cengkeh, maupun pohon-pohon rindang lainnya.

Tak hanya dijumpai di Desa Sumberarum, tanaman dengan tinggi pohon hingga 2 meter ini juga bisa ditemui di beberapa Selingkar destinasi wisata yang ada di kecamatan Songgon, Banyuwangi.

article

Buah ini memiliki ciri-ciri, buah matang merah menyala dan memiliki ukuran sebesar telur puyuh mirip stroberi mini. Tak sulit untuk menemukan arbei di balik hijaunya semak-semak belukar. Jika anda beruntung, dalam sekali berburu dapat membawa pulang lebih dari 1 kilogram buah arbei.

Si tertuduh strawberry ini memiliki nama asli Rubus fraxinifolius Poir. Dengan duri kecil di bagian batang pohonnya dan memiliki Bunga berwarna putih bersih.

Salah satu masyarakat setempat, Yusuf Sugiono (47) mengaku sering berburu buah yang memiliki rasa manis asam tersebut. Terkadang dirinya bisa membawa lebih dari satu kantong kresek sedang dengan berat berkisar antara 2-3 kilogram.

"Kalau cari buah arbei tak tentu dapatnya berapa banyak. Karena memang buahnya enteng mungkin bisa sampai 3 kilo kalau beruntung," kata Yusuf, Sabtu (5/6/2021).

article

Dirinya juga mengaku jika aktifitas mencari buah arbei hanya dilakukan ketika senggang saja. Karena memang hasil perburuan hanya untuk konsumsi pribadi.

"kalau sempat atau waktu di hutan dan kebun saja kita mampir ke lokasi yang biasanya ada tanaman arbeinya," ungkapnya.

Selain itu, warga sekitar lainnya, Ahmad Bahtiar (23) yang juga hobi mencari buah arbei menjelaskan tentang cara sterilisasi sebelum dikonsumsi.

"Buah ini tidak beracun, tapi karena di alam liar dan apalagi di hutan, jadi kalau bisa di cuci bersih dulu agar kumannya mati," ujar Bahtiar.

Selain dikonsumsi secara langsung. Buah arbei juga bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan yang dapat menggoyang lidah anda.

"Rasanya stroberi hutan yang  unik, cocok juga sebagai rujak buah. Atau sebagai selai arbei dan disajikan untuk pelengkap makan roti," cetus Bahtiar warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizki Alfian
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.