Siap Jadi Etalase Produk Lokal, KDMP di Desa Tambong Banyuwangi Dibangun
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, mulai direalisasikan.
BANYUWANGI – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, mulai direalisasikan. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi etalase berbagai produk lokal warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Proses pembangunan perdana KDMP yang berlokasi di Dusun Kejoyo, tersebut diawali dengan doa bersama dan tasyakuran sebagai ikhtiar sekaligus permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pembangunan koperasi berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi warga.
Kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Danramil 0825/14 Kabat, Kapten Czi Dulmajid, Kapolsek Kabat, AKP Badrodin Hidayat, Kepala Desa Tambong, Agus Hermawan, beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat langsung dalam proses pembangunan koperasi.
Danramil 0825/14 Kabat, Kapten Czi Dulmajid, berharap kehadiran KDMP di Desa Tambong, nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong aktivitas ekonomi warga dan memperkuat pemasaran produk lokal.
“KDMP adalah simbol kebersamaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan,” ujar Kapten Czi Dulmajid, kepada TIMES Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Kapten Dulmajid menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan koperasi memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 600 meter persegi akan digunakan untuk bangunan utama koperasi. Sementara sisanya, bakal dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung seperti halaman dan area parkir.

Kapten Dulmajid menyebut, pembangunan koperasi yang ditargetkan rampung dalam 75 hari itu, nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti ruang klinik, gudang penyimpanan, serta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
“Kami menargetkan pembangunan ini selesai dalam waktu 75 hari hingga mencapai 100 persen. Kami memohon doa dari masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambong, Agus Hermawan, mengatakan bahwa kehadiran KDMP diharapkan mampu menjadi wadah pemasaran bagi berbagai potensi unggulan desa, mulai dari hasil pertanian hingga produk peternakan.
“Harapannya nanti koperasi ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sekaligus menjadi etalase produk lokal desa, seperti hasil pertanian padi, telur, dan produk lainnya,” katanya.
Agus mengungkapkan, pengelolaan koperasi nantinya juga akan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Produk-produk yang dikelola atau dikembangkan BUMDes akan dipasarkan melalui koperasi dengan pola kerja sama.
“Alhamdulillah, kami sudah berinvestasi. Sekarang sudah punya pabrik penggilingan padi, tinggal nanti dikemas diberi merk lokal dan dipasarkan di Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.
Sebagai informasi, program pembangunan koperasi program unggulan Presiden Prabowo di Kecamatan Kabat terus berjalan. Dari total 14 desa yang ada, sebanyak tujuh desa telah membangun KDMP. Tiga di antaranya bahkan telah rampung 100 persen, yakni di Desa Macanputih, Kalirejo, dan Pendarungan.
Sementara empat desa lainnya masih dalam proses pembangunan dengan progres sekitar 50 persen. Adapun pembangunan KDMP di Desa Tambong, menjadi unit kedelapan yang saat ini mulai dikerjakan di wilayah Kecamatan Kabat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



