Satreskrim Polresta Banyuwangi Buru Orang Tua Bayi yang Ditemukan Tewas di Sungai
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi (Tengah). (FOTO : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

Satreskrim Polresta Banyuwangi Buru Orang Tua Bayi yang Ditemukan Tewas di Sungai

Polresta Banyuwangi bergerak cepat, merespons penemuan jasad bayi sungai kecil, Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, pada, Selasa (21/4/2026).

TIMES Banyuwangi,Rabu 22 April 2026, 16:55 WIB
1K
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGISatreskrim Polresta Banyuwangi bergerak cepat, merespons penemuan jasad bayi sungai kecil, Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, pada, Selasa (21/4/2026). Penyelidikan intensif mulai dilakukan guna mengungkap identitas pelaku atau orang tua dari bayi malang tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi menyampaikan bahwa, jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut kini tengah menjalani proses autopsi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta di balik tindakan keji pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

“Sudah dilakukan autopsi dan kami juga menunggu hasil resminya dari dokter RSUD Blambangan,” katanya saat dikonfirmasi, usai konferensi pers di Mapolsek Banyuwangi, Rabu (22/4/2026).

Bukan itu saja, proses penyelidikan tersebut awali dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan para saksi di lokasi kejadian. Satreskrim juga bakal mendalami Tempat Kejadian Perkara (TKP) dimana bayi tersebut pertama kali ditemukan. 

“Tetap kita akan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, maupun TKP berasal dari mana awal bayi dibuang sebenarnya,” tutur Kompol Lanang.

Hingga saat ini, masih kata Kompol Lanang, pihaknya masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memperkuat penyelidikan. Namun, berdasarkan hasil sementara jasad bayi tersebut diperkirakan baru berusia satu hingga dua hari sejak dilahirkan, sebelum akhirnya ditemukan.

“Ada kemungkinan juga bayi setelah dilahirkan langsung dibuang. Karena memang didalam hasil pemeriksaan awal autopsi dari kedokteran itu, diduga kondisi bayi terlahir tanpa bantuan medis atau ahli,” ungkapnya.

Kompol Lanang menegaskan, jika pihaknya masih terus melakukan serangkaian penyelidikan. Meski sudah ada dugaan-dugaan, namun belum dapat dipastikan mengarah kepada pelaku.

“Tentu kita akan terus lakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut,” tegasnya.

Terkait kasus ini, Kompol Lanang memberi pesan kepada masyarakat Banyuwangi untuk bersinergi dengan aparat kepolisian. Dirinya meminta warga segera melapor polisi jika mengetahui adanya individu di sekitar lokasi kejadian, yang menunjukkan indikasi mencurigakan, seperti baru melahirkan atau sebelumnya diketahui hamil namun tidak lagi bersama bayinya. 

“Termasuk kemungkinan warga tak dikenal yang memiliki tingkah laku aneh. Tolong segera menginformasikan ke kami karena mengantisipasi tindak kejahatan butuh kerjasama antara kepolisian dan masyarakat,” imbaunya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.