Kades Klatakan Situbondo Ungkap Warga Minta Atasi Abrasi, PT Kaixin Nyatakan Siap Berkontribusi
Polemik yang mengiringi rencana investasi PT Kaixin di Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, ternyata menyisakan fakta lain yang sejauh ini belum banyak diketahui publik.
SITUBONDO – Polemik yang mengiringi rencana investasi PT Kaixin di Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, ternyata menyisakan fakta lain yang sejauh ini belum banyak diketahui publik.
Di balik berbagai tudingan terkait aktivitas perusahaan di kawasan pesisir, sejumlah warga justru mengaku kehadiran investor tersebut berawal dari harapan masyarakat agar membantu mengatasi abrasi dan banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan pesisir Pecaron.
Kepala Desa Klatakan, Narwiyoto, membenarkan bahwa sebelum polemik mencuat, masyarakat pernah menyampaikan aspirasi agar PT Kaixin membantu melakukan penataan muara sungai yang selama ini mengalami pendangkalan.
Menurutnya, kondisi muara yang tidak optimal sering menyebabkan aliran air terhambat saat musim hujan. Akibatnya, banjir dan genangan air kerap terjadi di kawasan permukiman warga.
"Tujuannya supaya tidak terjadi abrasi yang semakin parah. Warga waktu itu meminta bantuan kepada pihak PT untuk membantu membuat dan menata muara sungai. Saya mengetahui aspirasi itu karena memang disampaikan oleh masyarakat," kata Narwiyoto saat dikonfirmasi pada Jumat (19/6/2026).

Narwiyanto menegaskan, pemerintah desa mengetahui adanya harapan masyarakat agar investor yang masuk ke wilayah mereka tidak hanya membangun usaha, tetapi juga ikut membantu menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dihadapi warga pesisir.
"Kalau saya, sepanjang niatnya baik dan bertujuan membantu masyarakat, silakan saja. Yang penting semuanya dilakukan dengan baik dan sesuai aturan. Karena yang disampaikan warga kepada kami saat itu adalah kebutuhan untuk mengatasi abrasi dan memperbaiki aliran air menuju laut," ujarnya.
Narwiyoto mengatakan, abrasi dan luapan air saat musim penghujan bukan persoalan baru bagi warga Pecaron. Hampir setiap tahun masyarakat menghadapi ancaman yang sama tanpa adanya solusi permanen.
Karena itu, ketika ada investor yang bersedia mendengarkan keluhan warga dan mencoba membantu mencarikan jalan keluar, respons masyarakat saat itu cenderung positif.
"Warga berharap ada solusi. Selama ini mereka menghadapi persoalan yang sama hampir setiap tahun," tuturnya.
Senada dengan itu, perwakilan PT Kaixin, Elfira, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan di kawasan pesisir bermula dari komunikasi dengan masyarakat setempat. Saat bertemu, warga menyampaikan keluhan mengenai abrasi dan kondisi muara sungai yang dinilai perlu ditata ulang agar aliran air lebih lancar menuju laut.
"Saat kami berinteraksi dengan warga, banyak masukan yang disampaikan. Salah satunya terkait abrasi dan kondisi muara sungai yang perlu diperbaiki agar aliran air lebih lancar saat musim hujan," ujar Elfira.
Menurutnya, sejak awal perusahaan memandang investasi tidak semata-mata soal pembangunan fisik atau bisnis, tetapi juga tentang bagaimana bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi investasi.
"Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan dan kami mampu membantu, kami siap. Niat kami sejak awal bukan hanya berinvestasi, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat di sini," katanya.
Terkait persoalan mangrove yang menjadi sorotan, Elfira menegaskan jika perusahaan tidak ada niat untuk merusak lingkungan. "Tapi kami berkomitmen dan siap jika diminta menanam mangrove kembali," ujarnya.
Sementara itu bagi warga sekitar, keberadaan PT Kaixin di kawasan Pecaron dipandang berpotensi memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.
"Kalau ada perusahaan di sini, dampaknya pasti bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Seperti lapangan kerja atau adanya UMKM nantinya. Itu harapan kami," kata Hasan, salah satu warga.
Harapan tersebut membuat warga menilai kehadiran investasi tidak hanya sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi perputaran ekonomi baru yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar di masa mendatang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

