Ledakan Keras Iringi Kebakaran Warung Kopi di Banyuwangi
Insiden kebakaran hanguskan sebuah bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai tempat usaha warung kopi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kebalenan, Kabupaten Banyuwangi.
BANYUWANGI – Insiden kebakaran hanguskan sebuah bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai tempat usaha warung kopi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Jumat (19/6/2026) dini hari. Kobaran api yang cepat membesar sempat diiringi oleh suara ledakan keras yang mengejutkan warga sekitar.
Dari laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, insiden kebakaran menimpa 'Warung Kopi Asem' milik seorang perempuan bernama Ita Wahyuni (31). Api pertama kali diketahui berkobar sekitar pukul 01.00 WIB ketika sebagian besar warga tengah terlelap tidur.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Ir. Edy Supriyono, M.M., melalui Humas Muammar Kadhafi menjelaskan bahwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah terdengar suara ledakan keras. Suara itu seketika membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi.
"Setelah dicek ternyata ada kebakaran, sehingga warga yang keluar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya,'" jelasnya.
Karena tak kunjung padam, masih kata Kadhafi, warga lainnya juga berinisiatif menghubungi pusat panggilan darurat (Call Center) Damkarmat Banyuwangi pada pukul 01.35 WIB guna meminta bantuan armada pemadam.
Mendapat laporan tersebut, Damkarmat langsung mengerahkan Regu Brama 1 ke lokasi kebakaran. Sebanyak dua unit mobil pemadam, yaitu armada Ayaxx 03 dan Fire Doome 05, dikerahkan bersama petugas untuk mempercepat proses pemadaman.
Guna memutus rantai penyebaran api ke bangunan lain, tim Damkarmat yang dibantu oleh personel kepolisian serta warga setempat memfokuskan penyemprotan awal pada sisi barat dan selatan bangunan. Setelah pergerakan api berhasil disekat, petugas kemudian merangsek masuk ke titik pusat api di bagian tengah.
Kobaran api utama akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 02.02 WIB. Kendati demikian, sebagai upaya mengantisipasi munculnya bara tersembunyi yang berpotensi memicu penyalaan ulang atau re-ignition, petugas melanjutkan proses pendinginan menyeluruh (overhaul) serta investigasi area hingga seluruh rangkaian operasi dinyatakan selesai pada pukul 03.03 WIB.
"Hasil investigasi awal kami menduga bahwa sumber titik api berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek pada instalasi listrik di bagian tengah bangunan," ungkap Kadhafi.
Warung kopi berukuran 9x7 meter yang berbahan kayu, triplek, dan asbes itu membuat kobaran api menjalar dalam sekejap. Di tengah amukan api, sebuah tabung LPG 3 kg ikut tersambar hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.
"Ledakan inilah yang memicu api kian menggila dan dengan cepat meratakan seluruh bangunan dengan tanah," papar Kadhafi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, seluruh bangunan beserta barang berharga di dalamnya, seperti televisi, kulkas, penanak nasi (magicom), kipas angin, blender, setrika, lemari, dan lainya tak tersisa.
"Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 Juta," cetus Kadhafi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

