Curhatan Lansia Banyuwangi Jadi Bahan Penyusunan Program yang Lebih Inklusif
Suasana Rembung Lansia yang digelar Pemkab Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

Curhatan Lansia Banyuwangi Jadi Bahan Penyusunan Program yang Lebih Inklusif

Suara para Lanjut Usia (Lansia) di Banyuwangi terus mendapat ruang lebih luas dalam proses pembangunan daerah.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 6 Juni 2026, 11:10 WIB
256
M
Muhamad Ikromil Aufa

TIMESINDONESIASuara para Lanjut Usia (Lansia) di Banyuwangi terus mendapat ruang lebih luas dalam proses pembangunan daerah. Berbagai aspirasi, kebutuhan, hingga harapan yang mereka sampaikan menjadi bahan penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam menyusun program yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Banyuwangi mewujudkan pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun, termasuk kelompok Lansia yang jumlahnya terus bertambah seiring perubahan struktur demografi penduduk.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa pembangunan daerah harus mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk warga Lansia.

“Indonesia sudah memasuki era aging population. Maka penting bagi kita untuk mendengarkan langsung kebutuhan, masukan, dan harapan para Lansia tanpa perantara,” kata Ipuk, Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lanjut usia hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 11,97 persen. Angka tersebut menunjukkan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk.

Menurut Ipuk, perubahan struktur demografi tersebut membawa berbagai konsekuensi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan dan program yang tepat sasaran.

“Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi terkait kebijakan daerah. Karena itu, berbagai masukan dari Lansia menjadi bekal penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah lebih tepat dan terarah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi warga senior, Pemkab Banyuwangi secara rutin menghadirkan ruang dialog khusus bagi para Lansia.

Salah satunya melalui Rembug Lansia yang digelar pada 3 Juni 2026 lalu dan dihadiri Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

Forum tersebut melibatkan berbagai organisasi dan komunitas Lansia, mulai dari Yayasan Gerontologi Abiyoso, Komunitas Senam LTK Banyuwangi, Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), hingga DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan para Lansia tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Aspirasi Bapak-Ibu Lansia akan kami jadikan bahan perencanaan pembangunan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga akses terhadap fasilitas umum yang ramah Lansia,” kata Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Dalam forum tersebut, berbagai usulan mengemuka. Salah satunya disampaikan perwakilan PIVERI, A. Sugianti, yang mengusulkan program “Sahabat Lansia Sebatang Kara” berupa kegiatan anjangsana atau kunjungan rutin ke rumah-rumah Lansia yang hidup sendiri.

“Kami juga berharap ada program Cerita Ingatan Jiwa sebagai ruang berbagi pengalaman hidup sekaligus mempererat kebersamaan melalui kegiatan makan bersama para Lansia,” ujarnya.

Sementara itu, Sudirman menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program yang selama ini telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para Lansia.

Menurutnya, program seperti Rantang Kasih dan Posyandu Lansia telah membantu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kesehatan warga lanjut usia.

“Kami sangat menghargai Rantang Kasih, bagaimana pemkab memberikan makanan bergizi pada Lansia sebatang kara yang tidak mampu. Termasuk layanan home care bagi Lansia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, selain Rembug Lansia, Pemkab Banyuwangi juga secara rutin menggelar Rembug Anak dan Rembug Perempuan.

Melalui berbagai forum partisipatif tersebut, Banyuwangi berupaya memastikan setiap kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, perempuan hingga Lansia, memiliki ruang yang sama untuk menyuarakan kebutuhan dan terlibat dalam menentukan arah pembangunan daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.