Kembali Berduka, Seorang Jemaah Haji Asal Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Ilustrasi orang wafat di tanah suci. (FOTO: AI Image)

Kembali Berduka, Seorang Jemaah Haji Asal Banyuwangi Wafat di Tanah Suci

Seorang jemaah haji Banyuwangi dilaporkan wafat saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, pada Rabu (6/3/2026), pukul 10.12 Waktu Arab Saudi (WAS).

TIMES Banyuwangi,Kamis 4 Juni 2026, 15:00 WIB
314
A
Anggara Cahya

BANYUWANGIKabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur. Seorang jemaah haji dilaporkan wafat saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, pada Rabu (6/3/2026), pukul 10.12 Waktu Arab Saudi (WAS).

Jamaah haji tersebut adalah H. Bilal bin Sangidun (85), warga Dusun Pancursari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, yang tergabung kedalam kloter 83. 

Kabar duka ini menambah daftar jemaah haji Banyuwangi yang mengembuskan napas terakhir saat beribadah di tanah suci. Sebelumnya, Hj. Patonah binti Mat Yasir (71), warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, yang tergabung dalam Kloter 82, juga dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Mina pada Kamis, 28 Mei 2026, pukul 09.36 WAS.

Mendengar kabar tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum dan Almarhumah saat menunaikan ibadah haji.

“Atas nama Pemkab Banyuwangi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadah hajinya diterima, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucapnya, Rabu (6/3/2026).

Menyusul kabar duka ini, Bupati Ipuk juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk bersama-sama mendoakan jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci. Pihaknya berharap mereka senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam beribadah hingga waktu kepulangan ke Tanah Air nanti.

“Kami terus memantau kondisi jamaah Banyuwangi melalui petugas kloter dan tim kesehatan. Mohon doa seluruh masyarakat agar seluruh jamaah yang masih berada di Tanah Suci selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke Banyuwangi dalam keadaan sehat dan selamat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan bahwa almarhum H. Bilal merupakan jemaah lansia yang sempat mengalami gangguan pernapasan. Dalam beberapa hari terakhir sebelum wafat, kondisi kesehatannya pun sudah dipantau secara intensif oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Berdasarkan laporan medis, pada 31 Mei 2026 almarhum H. Bilal mengeluhkan sesak napas disertai batuk berdahak dengan hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen (SpO₂) sebesar 88 persen, di bawah batas normal. Tim kesehatan kemudian melakukan terapi rutin, observasi ketat, serta konsultasi dengan dokter spesialis paru. Kondisi jamaah sempat membaik dengan peningkatan saturasi oksigen hingga mencapai 90 persen.

Namun, pada Rabu 3 Juni 2026 pagi, kondisi kesehatan H. Bilal kembali memburuk. Saat tim medis melakukan pemeriksaan rutin dan tindakan nebulisasi (terapi uap), H. Bilal sempat mengeluhkan sesak napas, badan lemas, serta kehilangan nafsu makan. Kondisinya kian kritis setelah hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah berada di angka 100/60 mmHg dan denyut nadi melonjak hingga 103 kali per menit. 

"Yang paling mengkhawatirkan, saturasi oksigennya merosot drastis hingga menyentuh angka 71 persen, sebuah indikasi bahwa tubuhnya sedang mengalami kekurangan oksigen berat," ungkap Amir. 

Melihat kondisi tersebut, tim kesehatan segera menyarankan rujukan agar pasien mendapatkan penanganan lanjutan. Namun, sekitar 30 menit berselang, pihak keluarga melaporkan bahwa H. Bilal sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, disertai adanya bekas muntahan di sekitar tempat tidur. Tim medis pun langsung melakukan tindakan kegawatdaruratan, tetapi tekanan darah dan denyut nadi pasien didapati sudah tidak teraba

Petugas kesehatan segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tiga siklus. Namun upaya tersebut tidak berhasil mengembalikan fungsi jantung dan pernapasan pasien, sehingga H. Bilal dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Amir menerangkan, penyebab kematian almarhum H. Bilal adalah aspirasi, yaitu kondisi ketika muntahan atau isi lambung masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru. Sehingga menyebabkan gangguan pernapasan berat yang dapat berujung pada henti napas dan henti jantung. 

"Pada usia lanjut, terutama yang sedang mengalami gangguan pernapasan dan kondisi fisik yang menurun, risiko aspirasi menjadi lebih tinggi. Karena itu setiap keluhan sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, tidak mau makan atau minum, serta penurunan kondisi umum harus segera dilaporkan kepada petugas kesehatan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan terbaru, hingga saat ini, kondisi kesehatan jamaah haji Banyuwangi secara umum masih terkendali. Dari total 1.317 jamaah Kloter 82 sampai 85, terdapat sekitar 401 jamaah kategori risiko tinggi atau 30,4 persen yang terus dipantau oleh petugas kesehatan. 

"Sebagian besar jamaah masih dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik meskipun menghadapi suhu panas dan kelelahan fisik pasca pelaksanaan Armuzna," jelas Amir

Dinkes Banyuwangi mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan alat pelindung dari paparan panas, serta meminum obat rutin sesuai anjuran dokter.

"Ibadah haji adalah ibadah fisik dan spiritual. Karena itu menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari ikhtiar agar jamaah dapat menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Kami mengimbau seluruh jamaah untuk tidak menunda melaporkan keluhan kesehatan sekecil apa pun kepada petugas kesehatan kloter,” ujar Amir.

"Semoga almarhum memperoleh haji yang mabrur, husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin Ya Rabbal Alamin," cetus Amir.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Anggara Cahya
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.