Usai Pendaki Tersesat di Kawah Ijen, BKSDA Banyuwangi Minta Pengunjung Patuhi SOP Pendakian
Usai insiden pendaki tersesat di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi mengingatkan wisatawan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian.
TIMESINDONESIA – Usai insiden pendaki tersesat di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi kembali mengingatkan wisatawan untuk disiplin mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian.
TWA Kawah Ijen sendiri kembali dibuka untuk umum mulai 26 Februari 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah proses evaluasi tuntas digelar menyusul insiden pendaki yang sempat hilang beberapa waktu lalu dan akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepala Seksi V BKSDA Banyuwangi, Dwi Sugiarto, menegaskan bahwa secara umum SOP pendakian yang selama ini diterapkan dinilai telah memadai. Jalur pendakian, papan informasi, rambu larangan, hingga penunjuk arah disebut sudah cukup jelas dan layak untuk menjamin keamanan serta keselamatan pengunjung.
“Kesimpulannya, penyebab pendaki tersesat lebih pada faktor human error atau pelanggaran terhadap SOP pendakian, serta rendahnya kekompakan dalam tim,” kata Dwi, Senin (2/3/2026).
Dari hasil evaluasi bersama para pemangku kepentingan, terdapat lima poin utama yang menjadi perhatian. Pertama, Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian dinilai sudah sesuai standar keselamatan.
Kedua, sarana prasarana di sepanjang jalur, termasuk papan informasi dan rambu arah, dianggap memadai sehingga kecil kemungkinan wisatawan tersesat bila mengikuti jalur yang benar.
Ketiga, faktor cuaca saat kejadian, meski berkabut, dinilai bukan penyebab utama pendaki tersesat. Keempat, kondisi jalur dengan lebar dan alur yang jelas juga dianggap cukup aman.
Sementara poin kelima yang menjadi sorotan adalah tingkat kepatuhan dan kesiapan fisik maupun mental pengunjung, termasuk aspek kebersamaan dalam rombongan.
Karena itu, BKSDA Banyuwangi kini lebih menekankan kedisiplinan wisatawan dalam mematuhi aturan. Setiap pengunjung diwajibkan membeli tiket resmi yang sudah termasuk asuransi, mengantongi surat keterangan sehat, serta memastikan kondisi tubuh benar-benar fit, baik jasmani maupun rohani.
Selain itu, pengelola sangat menganjurkan penggunaan pemandu atau guide berizin yang telah memahami medan Kawah Ijen. Kehadiran guide dinilai penting untuk memantau pergerakan tamu dan memastikan rombongan tetap dalam jalur yang aman.
Pengunjung juga diminta untuk tidak berjalan sendiri atau terpisah dari kelompok. Kekompakan dan kebersamaan sejak berangkat hingga kembali turun gunung menjadi kunci utama keselamatan.
“Ke depan, fokus kami adalah memperketat pengawasan terhadap kelayakan pendaki dan memastikan seluruh aturan dipatuhi. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan wisatawan bisa tetap terjaga,” ujar Dwi.
Dengan dibukanya kembali Kawah Ijen, wisatawan diharapkan tak hanya menikmati keindahan kawah dan fenomena api biru yang mendunia, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama pendakian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




