Menuju Jatim Berdaulat Pangan, Gubernur Khofifah Panen Jagung di Banyuwangi
TIMES Banyuwangi/Foto bersama usai panen jagung di Green Farm Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Menuju Jatim Berdaulat Pangan, Gubernur Khofifah Panen Jagung di Banyuwangi

Gubernur Jatim Khofifah panen jagung di Green Farm Banyuwangi, sebut kontribusi Jatim capai 4,8 juta ton atau 30 persen produksi nasional. Sinergi TNI-Polri-Pramuka-HKTI jadi kunci.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 28 Februari 2026, 21:28 WIB
87
M
Muhamad Ikromil Aufa

BANYUWANGISemangat mewujudkan kedaulatan pangan Jawa Timur (Jatim), ditegaskan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan panen jagung di lahan Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, pada Sabtu (28/2/2026).

Ya, panen jagung di lahan milik Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim sekaligus Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim, H. Arum Sabil, itu menjadi simbol optimisme Jatim tidak sekadar berbicara soal ketahanan pangan, tetapi melangkah menuju kedaulatan pangan.

Dalam panen tersebut, Gubernur Khofifah hadir didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.

Hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua Kwarcab Banyuwangi, Mujiono, jajaran pengurus Kwarcab Banyuwangi, serta para pelajar yang tergabung dalam Dewan Ambalan.

article
Gubernur Khofifah, meninjau ladang jagung di lahan Green Farm Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada 2025, tercatat mencapai 4,8 juta ton. Angka tersebut menyumbang hampir 30 persen produksi jagung nasional.

“Kontribusi petani jagung Jawa Timur sangat signifikan bagi Indonesia. Kita tidak hanya bicara ketahanan pangan, tapi sudah berada pada posisi menuju kedaulatan pangan,” tegas Khofifah, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Khofifah, jagung memiliki peran strategis karena 50 persen komponen pakan ayam berasal dari jagung. Dengan demikian, peningkatan produksi jagung otomatis akan memperkuat sektor peternakan, baik ayam pedaging maupun petelur.

Khofifah menambahkan, meningkatnya industri perunggasan otomatis akan mendongkrak kebutuhan jagung. Karena itu, dia mendorong penguatan demplot dan pengembangan varietas unggul di berbagai daerah, termasuk di Banyuwangi, agar produktivitas terus meningkat dan menjadi referensi nasional.

“Terima kasih kepada Bapak H. Arum Sabil selaku pemilik lahan Green Farm serta dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah menunjukkan komitmen dan kerja nyata dalam mendukung peningkatan produksi jagung,” ujarnya

“Sinergi dan kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan besar kita dalam mewujudkan Jawa Timur berdaulat pangan,” sambungnya.

Sementara itu, owner Green Farm Banyuwangi, H. Arum Sabil, menyampaikan bahwa kawasan tersebut bukan sekadar lahan pertanian biasa, melainkan pusat pelatihan pertanian yang telah berdiri dan menjadi ruang belajar bersama selama kurang lebih 25 tahun.

Di atas lahan seluas kurang lebih 50 hektare itu, jagung ditanam beberapa bulan lalu sebagai bagian dari arahan Gubernur Jatim untuk membangun sinergi antara Polri, Pramuka, dan HKTI dalam penguatan ketahanan pangan.

“Ini perintah Ibu Gubernur agar kami para petani dan HKTI bekerja sama dengan Polda Jatim dan bersinergi dengan baik. Alhamdulillah, kami menjalankan itu,” katanya.

Arum Sabil menyebut, secara umum, produksi jagung gelondongan di lahan tersebut rata-rata mencapai 8 hingga 10 ton per hektare. Namun, berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi budidaya dengan berbagai perlakuan berbeda, pihaknya optimistis pada musim tanam berikutnya produktivitas bisa meningkat menjadi hingga 12 ton per hektare.

“Optimisme ini bukan sekadar semangat, tetapi lahir dari evaluasi dan pengamatan mendalam terhadap pertumbuhan tanaman di lapangan,” tegasnya.

Melalui panen jagung di Banyuwangi ini, Khofifah optimistis Jawa Timur mampu menjadi tulang punggung pangan nasional sekaligus memberi kontribusi nyata bagi program besar Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Dengan produksi jagung yang terus meningkat dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, Banyuwangi kini tak sekadar menjadi lumbung jagung daerah, tetapi bagian penting dari peta besar kedaulatan pangan Jawa Timur dan Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.