Dianggap Hari Hoki, 300 Lebih Pasangan Akad Nikah di Banyuwangi
Penghulu Kecamatan Srono, M. Fauzan Anshori, S.HI, M.M., saat melangsungkan prosesi akad nikah. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Dianggap Hari Hoki, 300 Lebih Pasangan Akad Nikah di Banyuwangi

Jumat Pon di bulan Dzulhijjah tahun ini benar-benar menjadi magnet spiritual bagi masyarakat ujung timur Pulau Jawa. Mereka meyakini, hari ini adalah ‘Hari Hoki’ penuh berkah untuk mengikat janji suci.

TIMES Banyuwangi,Jumat 5 Juni 2026, 14:40 WIB
492
F
Fazar Dimas Priyatna

BANYUWANGIJumat Pon di bulan Dzulhijjah tahun ini benar-benar menjadi magnet spiritual bagi masyarakat ujung timur Pulau Jawa. Mereka meyakini, hari ini adalah ‘Hari Hoki’ penuh berkah untuk mengikat janji suci.

Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat ada 324 pasangan yang melangsungkan akad nikah secara serentak di hari ini. Fenomena ini praktis membuat para penghulu harus pontang-panting, bahkan rela berangkat subuh demi melayani gelombang pengantin.

"Ada keyakinan kuat di tengah masyarakat bahwa hari ini adalah hari baik, ujar Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., kepada TIMES Indonesia, Jumat (5/6/2026). 

Dari total ratusan pasangan tersebut, Kecamatan Rogojampi mentasbihkan diri sebagai wilayah paling sibuk. "Terbanyak di Kecamatan Rogojampi, mencapai 39 pasangan," ungkap Chaironi.

Kombinasi antara weton Jumat Pon dan sakralnya bulan Dzulhijjah (bulan haji) dipercaya membawa kemuliaan yang berlipat ganda. Pasangan yang menikah di hari ini diyakini akan dianugerahi limpahan rezeki, keharmonisan yang langgeng, serta jalan keluar yang mudah dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Geliat kesibukan yang luar biasa salah satunya terekam di Kecamatan Srono. Di wilayah ini, ada 28 pasangan yang mengantri untuk dihalalkan. Kondisi ini memaksa para petugas Kemenag bekerja di luar jam kerja normal.

Penghulu Kecamatan Srono, M. Fauzan Anshori menceritakan bagaimana dirinya harus berpacu dengan waktu. Demi memastikan seluruh prosesi berjalan khidmat tanpa ada yang terlambat, Fauzan sudah harus berseragam rapi dan keluar rumah saat azan subuh baru saja berkumandang.

"Hari ini saya sudah berangkat dari rumah jam 4 subuh. Kalau melihat jadwal padat yang ada, kemungkinan prosesi akad nikah terakhir baru bisa selesai sekitar jam 21.00 WIB nanti malam," ungkap Fauzan.

Menurutnya, fanatisme masyarakat terhadap hari baik ini memang bukan rahasia lagi. Setiap kali kalender menunjukkan perpaduan Jumat Pon dan bulan Dzulhijjah, Kantor Urusan Agama (KUA) selalu kebanjiran berkas pendaftaran nikah.

“Dulu di Jumat Pon bulan Dzulhijjah bahkan sempat ada 30 lebih pasangan yang menikah dalam sehari di Srono saja,” kata Penghulu Kecamatan Srono, M. Fauzan Anshori, S.HI, M.M. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Fazar Dimas Priyatna
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.