Masuk Kalender UCI, Banyuwangi BMX Supercross 2026 Siap Hadirkan Persaingan Kelas Dunia
Banyuwangi kembali bersiap menggelar event balap sepeda BMX kelas dunia. Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026, dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026, di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar, Kecamatan Muncar.
BANYUWANGI – Banyuwangi kembali bersiap menggelar event balap sepeda BMX kelas dunia. Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026, dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026, di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar, Kecamatan Muncar.
Kompetisi bergengsi tersebut telah resmi masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) dengan kategori Class 1, yang menjadikannya salah satu agenda balap BMX internasional buruan atlet dunia.
Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk memastikan pelaksanaan event berjalan lancar dan memenuhi standar internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan bahwa saat ini fokus utama berada pada penataan dan pembenahan sirkuit agar sesuai dengan regulasi UCI.

“Persiapan terus kami lakukan. Saat ini sedang dilakukan perbaikan dan pembersihan area sirkuit agar sesuai dengan regulasi UCI,” kata Dwi, Senin (15/6/2026).
Selain pembenahan lintasan, panitia juga tengah menggeber pemetaan lokasi untuk kebutuhan peralatan dan berbagai properti pendukung lomba. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat tertata dengan baik saat pelaksanaan event.
Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan. Dispora Banyuwangi menggandeng berbagai pemangku kepentingan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan seluruh aspek pendukung berjalan optimal.
“Koordinasi terus kami matangkan dengan stakeholder dan OPD terkait, khususnya untuk kebutuhan medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi pendukung, serta berbagai layanan lainnya,” ujar Dwi.
Tahun ini, gelaran sport tourism ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ajang tersebut akan mempertandingkan kategori Men dan Women Under 23 (U23).
Kehadiran kelas baru tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik kompetisi sekaligus membuka ruang lebih luas bagi atlet-atlet muda berbakat untuk bersaing di level internasional.
“Dengan adanya kategori U23, kami berharap partisipasi atlet semakin meningkat dan kompetisi menjadi semakin menarik,” ungkapnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Banyuwangi tidak hanya menargetkan sukses pelaksanaan event. Pemerintah daerah berharap, event yang masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026 ini mampu menjadi ajang olahraga internasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Dampak yang diharapkan tidak hanya pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga pertumbuhan sektor UMKM, meningkatnya okupansi hotel dan homestay, serta semakin luasnya eksposur Bumi Blambangan di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, jumlah peserta dari dalam dan luar negeri, tingginya antusiasme penonton, serta bertambahnya dukungan sponsor juga menjadi indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam ajang tersebut.
Digelar di salah satu sirkuit BMX nomor wahid di dunia, Banyuwangi BMX Supercross 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas bergengsi seperti Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23.
Dengan status sebagai event resmi UCI dan hadirnya kategori baru U23, Banyuwangi BMX Supercross 2026 diproyeksikan menjadi salah satu ajang olahraga internasional paling bergengsi yang digelar di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa tahun ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

