Bocah 7 Tahun Penyandang Autisme Ditemukan Meninggal Tenggelam di Kanal Kabeanem Banyuwangi
TIMES Banyuwangi/Korban dilakukan pemeriksaan luar sebelum dilakukan pemakaman. (FOTO : Polsek Bangorejo For TIMES Indonesia)

Bocah 7 Tahun Penyandang Autisme Ditemukan Meninggal Tenggelam di Kanal Kabeanem Banyuwangi

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Kanal Kabeanem, Dusun Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).

TIMES Banyuwangi,Rabu 11 Maret 2026, 22:53 WIB
278
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGISeorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Kanal Kabeanem, Dusun Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).

Korban diketahui berinisial MHA, putra pasangan Ahmad Safaat dan Miftahul Janah, warga Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari. Korban diketahui memiliki riwayat autisme.

Kapolsek Bangorejo, Hariyanto, menjelaskan bahwa jasad bocah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat kejadian, kedua orang tua korban tidak berada di rumah karena sedang berada di sebuah bengkel yang berada di sekitar jembatan Kanal Kabeanem. Mereka baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberi kabar oleh warga mengenai adanya anak yang ditemukan tenggelam di kanal.

“Sesaat setelah pulang dari bengkel dekat jembatan kanal, orang tua korban diberitahu oleh warga tentang adanya mayat anak yang tenggelam di kanal tersebut,” jelas Hariyanto.

Mendengar informasi itu, kedua orang tua korban langsung panik dan bergegas pulang untuk memastikan keberadaan anak mereka di rumah.

“Karena anaknya tidak ada, kemudian orang tua korban kembali ke jembatan untuk memastikannya,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati kenyataan pahit setelah memastikan bahwa jasad yang ditemukan di kanal tersebut adalah anak mereka.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilaksanakan prosesi pemakaman,” tutur Hariyanto.

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Secara fisik, jenazah terlihat sangat kurus dan tidak terdapat luka.

Dari kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.

“Informasi dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat keterbelakangan mental atau autisme, dan kejadian ini murni merupakan musibah,” ungkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.