Lanang Azka Rizky, siswa kelas 5 SD Al Irsyad Banyuwangi, saat tampil pada lomba puisi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Lomba Puisi hingga Jalan Sehat Meriahkan Semarak Kemerdekaan SD Al Irsyad Banyuwangi

Suasana semangat kemerdekaan begitu kentara di lingkungan SD Al Irsyad Banyuwangi.

TIMES Banyuwangi,Kamis 6 Agustus 2026, 11:07 WIB
162
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGISuasana semangat kemerdekaan begitu kentara di lingkungan SD Al Irsyad Banyuwangi. Selama sepekan, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, sekolah di bawah naungan Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi ini menggelar Semarak Kemerdekaan dengan ragam perlombaan seru.

Berbagai perlombaan digelar setiap hari. Pada 3 Agustus, siswa mengikuti lomba tarik tambang, estafet kelereng, dan tahfidz. Kemudian pada 4 Agustus dilanjutkan dengan lomba kepiting air, trenggiling, tilawah, dan adzan.

Selanjutnya, pada 5 Agustus digelar lomba peras air, estafet gelas sedotan, dan story telling, sementara 6 Agustus diisi dengan lomba peras air, gelas sedotan, dan baca puisi.

Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 8 Agustus melalui jalan sehat dan bazar paguyuban yang melibatkan orang tua siswa serta seluruh keluarga besar sekolah.

Suasana lomba tarik tambang SD Al Irsyad Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Suasana lomba tarik tambang SD Al Irsyad Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Kepala Sekolah SD Al Irsyad Banyuwangi, Salwa, S.Pd., mengatakan bahwa seluruh rangkaian lomba dipadukan dengan peringatan milad sekolah. Setiap cabang lomba memiliki filosofi yang ingin ditanamkan kepada para siswa.

Menurut Ustadzah Salwa, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Bagi SD Al Irsyad Banyuwangi, setiap perlombaan dirancang sebagai media pendidikan karakter yang sarat makna perjuangan, sportivitas, dan kebersamaan.

"Kami memaknai setiap lomba sebagai refleksi perjuangan. Anak-anak belajar berjuang mencapai garis finis, belajar sportif ketika menang maupun kalah, dan belajar bahwa kekompakan adalah kunci kemenangan," katanya kepada TIMES Indonesia, Kamis (6/8/2026).

Ustadzah Salwa menyebut, sebagian besar lomba yang digelar merupakan lomba beregu. Hal itu sengaja dipilih untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama antarsiswa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sekolah juga ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

Nilai-nilai nasionalisme diharapkan dapat dipahami anak-anak melalui pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas yang menyenangkan.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa perjuangan para pahlawan melahirkan kemerdekaan yang hari ini bisa mereka nikmati. Semangat itu diterjemahkan dalam bentuk kerja keras, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap Indonesia," tuturnya.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas secara positif dan bertanggung jawab.

Bagi siswa baru kelas I, rangkaian lomba menjadi ajang adaptasi dan pengenalan lingkungan sekolah yang ramah anak, sehingga terjalin ikatan yang erat antara adik kelas dan kakak kelas.

Potret lomba sedotan gelas SD Al Irsyad Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Potret lomba sedotan gelas SD Al Irsyad Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Salah satu momen yang menyita perhatian dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan adalah lomba baca puisi. Di panggung sederhana, salah satu peserta lomba, Lanang Azka Rizky, tampil apik membawakan puisi bertajuk "Api Membara di Dada".

Dengan suara lantang, intonasi yang kuat, dan ekspresi yang penuh penghayatan, Azka tampil penuh keyakinan diri. Setiap bait yang dia bacakan seolah menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan. 

"Sempat ndredek (gugup). Tapi josjis," cetus siswa kelas 5A itu usai tampil.

Lomba baca puisi memang memiliki makna tersendiri dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan. Puisi merupakan karya sastra yang memiliki kekuatan besar untuk membakar semangat juang, membangkitkan keberanian, dan menyuarakan perlawanan terhadap penjajah pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Melalui pembacaan puisi, siswa diajak mengenal sejarah bangsa bukan hanya melalui buku pelajaran, tetapi juga lewat penghayatan rasa, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.

Melalui perpaduan lomba tradisional, keagamaan, seni, dan kegiatan kebersamaan, SD Al Irsyad Banyuwangi ingin menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga meninggalkan jejak nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, kreativitas, dan gotong royong di hati setiap siswanya. (*)

Pewarta: Muhamad Ikromil Aufa

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.