Olahraga

Dua Pesepakbola Afrika Selatan Jadi yang Pertama Dinyatakan Positif Covid-19 di Olimpiade Tokyo

Senin, 19 Juli 2021 - 01:18
Dua Pesepakbola Afrika Selatan Jadi yang Pertama Dinyatakan Positif Covid-19 di Olimpiade Tokyo Tim Afrika Selatan saat menunggu giliran melakukan tes Covid-19. (Foto: Issei Kato/Reuters)

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Dua pesepakbola Afrika Selatan telah menjadi atlet pertama di kamp Olimpiade Tokyo yang dites positif Covid-19.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa virus tersebut dapat menambah pemain lain keluar dari Olimpiade Tokyo ketika ajang ini dimulai pada hari Jumat.

Dua pemain yang dinyatakan positif Covid-19 itu antara lain bek kanan Orlando Pirates Thabiso Monyane dan gelandang serang Moroka Swallows Kamohelo Mahlatsi. Dia bersama analis video Mario Masha, yang juga dinyatakan positif saat tiba di Tokyo. 

Saat ini, skuad Afrika Selatan dikarantina sambil menunggu hasil tes lebih lanjut. Afrika Selatan akan menghadapi Jepang di Stadion Tokyo pada Kamis.

Hal ini dikonfirmasi oleh manajer tim Afrika Selatan, Mxolisi Sibam. "Kami memiliki tiga kasus positif Covid-19 di sini, dua pemain dan seorang ofisial," ucapnya seperti dilansir dari Guardian.

"Ada pemeriksaan harian. Masha dan Monyane melaporkan suhu tinggi dan tes air liur positif, dan kemudian dibawa untuk melakukan tes hidung. Dan sayangnya mereka dinyatakan positif Covid-19. Mahlatsi adalah pemain terbaru yang melalui proses yang sama," sambung Sibam.

Dia mengatakan tim telah dikarantina sampai diizinkan untuk berlatih, sementara mereka menunggu lebih banyak hasil dari tes sebelumnya pada hari Minggu. 

"Situasi yang tidak menguntungkan ini membuat kami melewatkan sesi latihan intensif pertama kami tadi malam," tutur Sibam.

Seiko Hashimoto, presiden Olimpiade Tokyo 2020 telah berusaha meyakinkan para atlet bahwa penyelenggara memiliki rencana untuk menanggapi wabah di kamp. 

Pada hari Minggu pesan itu diperkuat oleh direktur eksekutif Olimpiade IOC, Christophe Dubi yang mengklaim risiko virus yang merajalela di kamp atlet hampir tidak mungkin.

"Pengujian adalah cara untuk mengurangi penyebaran apa pun. Ketika kita memiliki kasus positif, itu berarti tindakan," urainya.

"Kami tahu tidak ada yang namanya resiko nol, tetapi pada saat yang sama percampuran dan persilangan populasi sangat terbatas. Dengan semua tindakan yang ada, kami menjaga resiko ke tingkat minimum absolut. Apa yang telah kami lakukan sejak kasus muncul di bandara dan kamp adalah memastikan mereka dipagari, diuji dan tidak memberikan risiko," sambung Dubi.

Olimpiade Tokyo ditunda selama satu tahun karena pandemi global, sebagian besar diadakan tanpa penonton dan di bawah aturan karantina yang ketat, dengan Tokyo dalam keadaan darurat. (*)

Pewarta :
Editor : Irfan Anshori
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.