Kejurcab Orado Banyuwangi Jadi Panggung Adu Otak dan Mental
BANYUWANGI – Pemandangan berbeda terlihat di Hedon Estate Cafe & Resto pada Minggu (22/2/2026) malam. Jika biasanya riuh meja makan didominasi obrolan santai, malam itu suasana berubah menjadi arena kompetisi yang penuh konsentrasi.
Ya. Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Banyuwangi resmi menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino perdana.
Bukan sekadar permainan pengisi waktu di pos kamling, ajang ini menjadi pembuktian bahwa domino telah bertransformasi menjadi cabang olahraga (cabor) prestasi yang mengandalkan ketajaman otak dan ketahanan mental.
Mengikis Stigma, Melahirkan Atlet
Ketua Pengcab Orado Banyuwangi, Dede Abdul Ghany, menegaskan bahwa gelaran ini merupakan langkah besar sejak Orado resmi lahir pada 7 Januari 2026 lalu. Misi utamanya jelas yakni melakukan ‘rebranding’ total terhadap citra domino di mata masyarakat.
"Kita memiliki semangat bersama bahwa olahraga domino menjadi ajakan kaderisasi atlet. Hari ini, kita berupaya memperbaiki image yang dulunya identik dengan hal-hal kurang positif. Sekarang, regulasi sudah ditetapkan dan federasi sudah disahkan," ujar Dede, Senin, (23/2/2026).
Menurut Ketua Umum BPC HIPMI Banyuwangi Periode 2019-2022 ini, domino adalah olahraga presisi. Satu kesalahan kecil dalam membaca kartu lawan bisa berakibat fatal.
"Bermain domino membutuhkan keterampilan, konsistensi, dan daya ingat yang kuat. Apabila kita tidak konsentrasi, pasti 99 persen kalah," jelasnya.
Animo Luar Biasa: Melampaui Target

Kejurcab perdana di Jawa Timur ini sukses membetot perhatian publik. Meski masa sosialisasi terbilang singkat hanya dua minggu antusiasme peserta meledak di luar ekspektasi panitia.
"Awalnya target kami hanya 15 tim, namun ternyata animonya luar biasa. Akhirnya kami batasi hingga 29 tim demi menjaga kualitas kompetisi," ungkap Dede yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Banyuwangi.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran petinggi olahraga. Hadir dalam acara tersebut Plt. Kadispora Banyuwangi M. Alfin Kurniawan, Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khairullah, serta Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim.
Tidak hanya itu, Kehadiran Ketua Pengprov Orado Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, semakin menegaskan pentingnya ajang ini sebagai barometer pembinaan atlet di Jatim.
Domino Naik Kelas
Mahenda Abdillah Kamil menegaskan bahwa kehadiran Orado adalah untuk membawa domino ‘naik kelas’. Sebagai olahraga rakyat yang dimainkan oleh lintas generasi dan strata sosial, domino memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional.
“Domino ini merupakan olahraga yang disemua lapisan ada baik atas atau bawah memainkan ini. Tinggal kami dari Orado membawa domino baik di masyarakat,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, menyatakan optimismenya terhadap masa depan cabor ini. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dan pembinaan yang terstruktur.
“Kalau regulasinya jelas dan pembinaan berkelanjutan, bukan tidak mungkin lahir atlet berprestasi dari Banyuwangi,” ungkapnya.
Kejurcab domino perdana ini tak hanya menjadi arena kompetisi, tapi juga simbol perubahan paradigma. Dari yang dulu dipandang sebelah mata, domino kini bertransformasi menjadi olahraga berbasis strategi dan kecerdasan.
Di atas meja-meja pertandingan malam itu, para peserta membuktikan bahwa kemenangan bukan ditentukan keberuntungan semata, melainkan ketenangan berpikir dan ketangguhan mental. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


