Kelompok Ternak Desa Padang Dibentuk, Embrio Sentra Bebek Baru di Banyuwangi
Kelompok ternak di Desa Padang Kabupaten Banyuwangi tengah disiapkan menjadi embrio sentra Bebek baru.
TIMESINDONESIA – Langkah nyata untuk mendongkrak pundi-pundi cuan masyarakat mulai digulirkan di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan resminya pembentukan Kelompok Ternak Pandan Satu, Minggu (15/2/2026), desa ini bersiap menjadi embrio sentra bebek di Bumi Blambangan.
Suasana penuh antusiasme menyelimuti pertemuan yang dihadiri 20 peternak lokal tersebut. Tak sekadar rembug gayeng, pembentukan Kelompok Ternak Pandan Satu ini juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat. Hadir langsung di lokasi, Kepala Dusun Padang Kidul, Wasis Budi Handoyo, dan sosok berpengalaman yang merupakan pensiunan penyuluh Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur di Banyuwangi, Mukarom. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah dan praktisi terhadap penguatan sektor peternakan berbasis masyarakat di Desa Padang.
Ketua Kelompok Ternak Pandan Satu, Zanuar Malik Faesoli, mengatakan bahwa wadah ini dibentuk untuk menambah pundi-pundi cuan bagi masyarakat peternak sekaligus memperkuat posisi tawar mereka di pasar.
“Kelompok ini membawa misi besar menjadikan Desa Padang sebagai ikon atau sentra bebek di Banyuwangi. Mulai dari produksi telur, penetasan, penyediaan anak bebek (DOD), hingga penjualan bebek dewasa. Semua ingin kita kelola secara terintegrasi,” Kata Malik, Senin (16/2/2026).
Menurut Malik, pencetus terbentuk kelompok ternak ini menyebut, potensi Desa Padang sangat mendukung untuk pengembangan ternak bebek. Secara geografis, desa ini dikelilingi area persawahan yang menjadi habitat ideal sekaligus sumber pakan alami bagi bebek.
Selain itu, selama ini masih ada sejumlah peternak bebek yang belum terwadahi dalam kelompok resmi. Mereka juga membutuhkan edukasi, pendampingan, serta akses pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya kelompok ternak ini, kita bisa saling berbagi ilmu, meningkatkan kualitas produksi, dan membuka jaringan pemasaran. Termasuk memaksimalkan hasil dengan bantuan alat penetasan agar produksi anak bebek lebih stabil dan terkontrol,” jelas Malik.
Malik menegaskan bahwa, pembentukan Kelompok Ternak Pandan Satu ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Semangatnya adalah membangun ekonomi dari level akar rumput, dari desa untuk bangsa demi pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga mewujudkan mimpi besar swasembada pangan nasional.
“Kalau desa kuat, ekonomi rakyat kuat. Kami ingin Desa Padang tidak hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga sebagai sentra bebek yang mampu menopang ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas pria yang bekerja di perusahaan pembiayaan.
Ke depan, kelompok ini berencana menyusun program kerja bertahap, mulai dari pendataan peternak, penguatan manajemen kelompok, hingga pengadaan sarana produksi yang lebih modern.
Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Kelompok Ternak Pandan Satu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Padang dan sekitarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



