Jelang Lebaran, Roti Klemben Legend ‘Mak Samijah’ Banyuwangi Banjir Pesanan
Roti Klemben atau yang populer dengan sebutan Bolu Kuwuk, seolah telah menjadi suguhan wajib bagi masyarakat Bumi Blambangan saat momen Idulfitri.
BANYUWANGI – Roti Klemben atau yang populer dengan sebutan Bolu Kuwuk, seolah telah menjadi suguhan wajib bagi masyarakat Bumi Blambangan saat momen Idulfitri. Tak heran, menjelang Lebaran 2026 ini, para produsen kue tradisional di Banyuwangi, Jawa Timur, kebanjiran order.
Kondisi ini dirasakan betul oleh Samijah, perajin Roti Klemben asal Dusun Plosorejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Ibu dua anak yang akrab disapa Mak Samijah ini mengaku kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang melonjak tajam.
“Bahkan sejak beberapa hari lalu, saya sudah menolak pesanan. Sudah tidak mampu lagi, waktu pembuatannya tidak cukup,” ungkap Mak Samijah, Rabu (11/3/2026).
Sebenarnya, koki Roti Klemben ini tidak ingin mengecewakan para pelanggan. Baginya, semakin banyak pesanan berarti semakin banyak rezeki yang mengalir. Namun demi menjaga kualitas dan kepuasan pemesan, istri almarhum Supandi ini lebih memilih untuk menutup pintu orderan (close order).
Demi mengejar target, Mak Samijah harus berkutat dengan adonan sejak subuh hingga tengah malam. Kerja keras ini dilakukan demi menjaga cita rasa autentik yang selama ini digandrungi masyarakat.
Kue buatan Mak Samijah memang sudah dikenal sebagai jajanan legend. Keistimewaan rasa dan aromanya tak lepas dari penggunaan bahan-bahan premium dan alami. Salah satu rahasianya adalah penggunaan telur bebek sebagai bahan utama.
Bukan sembarang telur, Mak Samijah hanya menggunakan telur dari bebek yang mencari makan secara alami di area persawahan.
“Bahan telur dari bebek yang mencari makan secara alami membuat roti Klemben tidak berbau amis dan rasanya lebih gurih,” bebernya.
Tak hanya bahan baku, proses produksinya pun masih sangat tradisional. Mak Samijah tetap setia menggunakan tungku kayu bakar dan alat-alat lawas. Metode ini diyakini memberikan sentuhan aroma dan sensasi rasa yang lebih istimewa serta tekstur yang berbeda dibandingkan dengan metode modern.
Antusiasme masyarakat terhadap kudapan legendaris ini memang luar biasa. Banyak pelanggan setia yang sudah memesan jauh-jauh hari agar bisa menyajikan klemben autentik saat berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan nanti.
Bagi anda penggemar kuliner tradisional yang ingin mencicipi kelezatan Roti Klemben Mak Samijah, nampaknya harus lebih bersabar. Mengingat tingginya permintaan, dapur Mak Samijah di Desa Kaliploso, sudah tidak lagi menerima pesanan tambahan menjelang lebaran tahun ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



