Pihak kepolisian dan warga sedang akan melakukan evakuasi mayat korban di pinggir sungai. (FOTO: Polsek Wongsorejo For TIMES Indonesia)

Dua pria dibuat kaget saat hendak memancing di sungai yang terletak di Dusun Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur pada, Senin (11/3/2025).

TIMES Banyuwangi,Selasa 11 Maret 2025, 17:22 WIB
10.2K
A
Anggara Cahya

TIMESINDONESIADua pria dibuat kaget saat hendak memancing di sungai yang terletak di Dusun Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur pada, Senin (11/3/2025). Awalnya untuk mencari ikan, langsung berubah menjadi penemuan mayat yang mengambang.

Dijelaskan Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan S.H., mulanya jasad tersebut ditemukan oleh pemancing asal Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo Iwan Susanto (45) dan Mikky Langgeng (19) saat hendak mencari spot memancing.

“Ketika hendak melempar kail, mereka dikagetkan dengan melihat mayat yang tengah mengapung di pinggir sungai,” katanya, Selasa (11/3/2025).

Selanjutnya, masih kata AKP Eko, Iwan sontak berteriak memanggil rekannya yaitu Mikky untuk memberitahukan jika ada mayat. Tak berfikir lama Iwan langsung menghubungi Kepala Desa jika telah ditemukan mayat, yang kemudian diteruskan dengan memanggil Bhabinkamtibmas setempat termasuk Puskesmas Bajulmati.

Dikatakan, saat itu kondisi mayat masih menggunakan busana lengkap, sudah kaku, tertutup lumpur dan masih belum membusuk.

“Sesampainya di TKP pihak Puskesmas langsung mengevakuasi jenazah tersebut dan langsung mengirim jenazah tersebut ke RSUD Blambangan,” tutur AKP Eko.

Setelah dilakukan identifikasi, pihak kepolisian menemukan identitas KTP dari mayat tersebut. Diketahui korban bernama Komang Kesuma Jaya (38) warga Desa Yahembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Sudah kami lakukan koordinasi dan menghubungi pihak keluarganya," terang AKP Eko.

Menurut keterangan, AKP Eko, dari hasil pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, tidak ada luka atau lebam di bagian luar tubuh, artinya tidak ada tanda kekerasan yang terjadi pada korban.  Dirinya juga menuturkan, apabila melihat dari kondisi jasad, korban tenggelam atau meninggal diperkirakan satu harian.

“Untuk penyebab korban tenggelam atau meninggal masih belum diketahui, karena pihak keluarga enggan untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

“Selain itu juga belum diketahui kenapa korban ada di Banyuwangi padahal berdomisili di Jembrana,” imbuh AKP Eko. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Anggara Cahya
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.