Langkah Dinsos PPKB Banyuwangi Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan
TIMES Banyuwangi/Kadinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Langkah Dinsos PPKB Banyuwangi Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bumi Blambangan, membuat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana atau Dinsos PPKB Banyuwangi ge ...

TIMES Banyuwangi,Rabu 22 Februari 2023, 21:14 WIB
36.3K
F
Fazar Dimas Priyatna

BANYUWANGIMaraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bumi Blambangan, membuat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana atau Dinsos PPKB Banyuwangi geram.

Guna mencegah tindakan tidak terpuji tersebut, Dinsos PPKB Banyuwangi menggalakkan sosialisasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat hingga tenaga pendidik serta orang tua untuk bersama-sama mengawasi buah hatinya.

“Kami terus bergerak memberikan sosialisasi kepada anak dan memberikan warning tenaga pendidik,” kata Henik Setyorini, Kadinsos PPKB Banyuwangi, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (22/02/2023).

Dia mencontohkan, pada saat melakukan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Kecamatan Sempu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan pemahaman kepada 2 audien yakni, anak-anak murid dan guru terkait kekerasan pada anak dan perempuan.

“Kedua belah pihak harus diberikan pemahaman, biar sama-sama ngerti. Jadi bukan hanya anaknya saja yang diminta untuk waspada,” ujarnya.

Berkaca pada kejadian-kejadian sebelumnya, kata Henik, mereka yang menjadi oknum atau pelaku adalah orang-orang terdekatnya. Karena itu, pihaknya melakukan peringatan kepada masyarakat termasuk tenaga pendidik ancaman hukuman apabila melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Kita mewarning kepada mereka yang seharusnya menjadi contoh tauladan anak. Seperti guru dan orang sekitar yang ada didekat anak, kemudian kita ceritakan hukuman atau punismentnya,” urainya.

Meski demikian, Dinsos PPKB Banyuwangi meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dari pemerintahan dan aparat keamanan saja. Untuk bersama-sama melakukan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan.

“Kita harus bergerak bareng-bareng untuk memberantas oknum-oknum,” katanya.

Namun, jika kekerasan tidak bisa terelakkan dan Dinsos PPKB Banyuwangi menerima laporan masuk. Instansi pemerintah terkait siap turun bersama dengan unit Unit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polresta Banyuwangi serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi korban. Termasuk pada pendampingan korban dan menindak pelaku secara tegas disaat terjadi kekerasan.

Tidak hanya itu, lanjut Henik, Dinsos juga akan memfasilitasi mulai dari visum, bimbingan psikologi hingga melakukan pendampingan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kita turun langsung ke korban untuk melihat apa saja yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Henik berharap, dengan mengaktifkan kembali satgas-satgas yang ada disekolah dan kampus, termasuk duka pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan. Bisa menjadi salah satu pencegah.

“Kami berfokus pada pencegahan, jangan sampai terulang kejadian seperti itu terulang kembali,” tegas Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Fazar Dimas Priyatna
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.