TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang diprakirakan melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya hingga 30 Januari 2026.
Cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat peningkatan intensitas hujan lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
“Cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat peningkatan intensitas hujan lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan es,” kata Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (21/1/2026).
Dalam 10 hari ke depan, diprakirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia,pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial rossby dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” pinta Taufiq. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |