TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Proses evakuasi bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya kembali diwarnai kemunculan jasad mengapung disekitar lokasi, pada Minggu (1/2/2026).
Jasad ini merupakan jenazah kedua yang ditemukan pada hari yang sama. Sebelumnya, pada Minggu (2/2/2026), tim gabungan juga telah mengevakuasi satu jasad lain berjenis kelamin laki-laki di sekitar area pengangkatan kapal.
Untuk diketahui, jasad pertama yang ditemukan dan dievakuasi ke RSUD Blambangan diduga merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu (2/7/2025). Korban teridentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan berdasarkan kartu identitas (KTP) dan ponsel yang ditemukan masih melekat pada tubuhnya.
Dugaan identitas jasad semakin kuat setelah pihak keluarga memberikan konfirmasi. Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.
Meski demikian, tim Disaster Victim Identification (DVI) belum bisa memastikan bahwa jenazah tersebut atas nama bersangkutan. Karena masih harus melakukan pengecekan DNA dan beberapa persyaratan bahwa jenazah tersebut benar-benar adalah Wayan.
Sementara itu, dijelaskan oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, pada Minggu (1/2/2026), juga ditemukan jasad kedua beberapa saat setelah jenazah pertama ditemukan yakni sekitar 14.24 WITA.
Berdasarkan informasi jenazah kedua ditemukan oleh nelayan di dekat Pelabuhan LCM Gilimanuk. Sehingga kemudian jenazah langsung dibawa ke RSUD Negara, Bali.
“Jenazah kedua sampai dengan titik ini kita masih kami komunikasi dengan pihak sana karena belum ada titik jelas ini siapa,” katanya, Kompol Wahyudi, Senin (2/2/2026).
Kompol Wahyudi mengatakan, apabila jasad kedua yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh, dan berdekatan dengan temuan jenazah pertama mengapung.
“Hampir sama karena kemarin itu harusnya memang arus ke arah utara cukup kencang sekali,” ujarnya.
Untuk saat ini, lanjut Kompol Wahyudi, pihaknya akan memperluas area patroli. Upaya ini dilakukan agar jika ada temuan jenazah lainya tidak terbawa arus terlalu jauh.
“Kami semua polisi disini hadir untuk masyarakat, dan mencoba untuk menyikapi ini secepat mungkin. Jadi jangan sampai hanyut terlalu jauh,” tuturnya.
“Untuk itu kami terus intens komunikasi dengan pengawas, memperluas area patroli dan tetap standby di beberapa titik,” imbuh Kompol Wahyudi. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |