TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Aktivitas pendakian Gunung Raung melalui jalur Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, bakal dihentikan sementara menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Penutupan tersebut, dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci umat Islam itu sekaligus persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Kebijakan yang tertuang dalam surat pengumuman Sekretariat Pendakian Gunung Raung (3.344 mdpl) itu, menyebutkan bahwa jalur pendakian ditutup mulai 3 hingga 24 Maret 2026 atau selama sekitar 21 hari.
Salah satu penyedia layanan pendakian Gunung Raung, Dimas Wahyu Pramana, menyampaikan bahwa penutupan jelang Ramadan, merupakan agenda rutin yang selalu diberlakukan setiap tahunnya.
“Penutupan jelang Ramadan sudah menjadi rutinitas. Kurang lebih sekitar 21 hari jalur pendakian ditutup, dan setiap tahun memang sudah berlakukan seperti ini,” kata Dimas, Senin (12/1/2026).
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci, masa penutupan pendakian juga dimanfaatkan untuk pemulihan alam. Jalur pendakian diistirahatkan sementara agar ekosistem tetap terjaga dan tekanan aktivitas manusia di kawasan gunung dapat diminimalkan.
Menurut Dimas, penyedia trip pendakian telah mengantisipasi kebijakan penutupan tersebut sejak jauh hari dengan tidak membuka jadwal pendakian selama masa penutupan, sehingga layanan pendakian tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Meski demikian, penutupan sementara tetap berdampak pada sebagian warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pendakian, seperti ojek gunung, porter, hingga pemandu. Kondisi tersebut, semakin terasa karena musim panen kopi telah berlalu.
“Ini sudah rutinitas tahunan. Harus dihadapi,” ujar Dimas.
Selama masa penutupan, pengelola jalur pendakian juga akan melakukan sejumlah kegiatan perawatan, mulai dari pembersihan jalur hingga perbaikan fasilitas pendakian. Beberapa shelter yang mengalami kerusakan ringan turut menjadi sasaran perbaikan.
“Untuk perbaikan akan ditangani pos perizinan karena sudah ada dana jalur. Seperti sebelumnya, perbaikan di camp 4, 5, dan 7 itu sepenuhnya ditangani pihak perizinan,” ucap Dimas.
Dengan penutupan sementara tersebut, kondisi jalur pendakian Gunung Raung diharapkan kembali optimal dan aman saat dibuka kembali setelah bulan Ramadan. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Imadudin Muhammad |