TIMES BANYUWANGI – Suasana berbeda tampak di halaman Gedung Serbaguna Korpri, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, pada Selasa (20/1/2026). Ratusan tukang becak berkumpul, bukan sekadar menunggu penumpang, melainkan menjajal kendaraan baru, becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Deretan becak listrik berwarna coklat berjajar. Satu per satu, para tukang becak menaikinya dengan wajah penuh rasa penasaran. Ada yang tampak percaya diri, ada pula yang terlihat canggung karena baru pertama kali memegang setang kendaraan bertenaga listrik.
Momen unik pun terjadi. Beberapa pengemudi sempat kegok saat mencoba menyalakan. Ada yang terlalu pelan memutar gas, ada pula yang justru kaget ketika becak mendadak melaju cepat. Tawa ringan pun pecah, membuat suasana uji coba terasa hangat dan akrab.
“Rasanya lebih enak, lebih hemat, dan tenaga tidak terlalu terkuras. Tapi memang masih butuh penyesuaian karena baru pertama kali,” kata salah satu tukang becak asal Kecamatan Genteng, Imam Sujono, Selasa (20/1/2026).
Jono, sapaan akrab Imam Sujono, mengaku sedikit kesulitan saat pertama kali mengoperasikan becak listrik tersebut. Menurutnya, bagian yang paling membutuhkan adaptasi adalah saat menyalakan sistem tenaga listrik yang berbeda dengan becak biasa.
Jono menyebut, becak listrik itu nantinya akan digunakan untuk mencari nafkah di kawasan Pasar Genteng, tempat dia biasa mangkal setiap hari. Selama hampir dua tahun terakhir, Jono menggantungkan hidup dari menarik becak manual.
“Mudah-mudahan awet dan benar-benar bermanfaat. Ini sangat membantu kami sebagai tukang becak,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Muhammad Zarkoni Sujarno, tukang becak lainnya yang ikut menjajal becak listrik tersebut. Dia mengaku merasa nyaman meski masih perlu beradaptasi dengan sistem pengoperasian yang berbeda.
“Rasanya enak. Tinggal bagaimana kami menyesuaikan diri saja. Harus pelan-pelan belajar karena masih baru,” ujarnya.
“Ini untuk kerja, untuk mengangkut orang dan juga barang,” tutur pria yang sudah bekerja menarik becak lebih dari 20 tahun itu.
Sementara itu, Fajar Junianto, perwakilan dari Gerakan Solidaritas Nusantara, yayasan yang ditunjuk mendistribusikan becak listrik, mengatakan bahwa seluruh tukang becak calon penerima diundang mengikuti test drive.
Fajar menyebut, sebanyak 200 unit becak listrik akan disalurkan kepada para tukang becak di Banyuwangi yang rencananya akan dibagikan pada 24 Januari 2026 mendatang.
“Tadi banyak juga yang kesusahan karena belum terbiasa,” ucapnya.
Menurut Fajar, secara prinsip cara mengendarai becak listrik hampir sama dengan sepeda listrik. Bedanya, dimensi becak listrik lebih lebar karena dilengkapi kursi penumpang di bagian depan.
Selain diajari cara mengoperasikan, para tukang becak juga diberi pemahaman terkait perawatan kendaraan yang bisa melaju di kecepatan maksimal 40 kilometer per jam itu. Fajar menegaskan, ada aturan yang harus dipatuhi, salah satunya larangan memotong kabel instalansi.
“Karena kalau satu saja kabel dipotong, bisa rusak kelistrikannya,” jelasnya.
Para tukang becak juga dikenalkan dengan berbagai fitur yang ada di becak listrik, seperti lampu sein dan rem tangan, yang tidak dimiliki becak kayuh konvensional. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |