Berita

Telan Dana Rp74 Miliar, RS NU Babat Lamongan Diresmikan Gubernur Jatim Khofifah

Selasa, 19 Oktober 2021 - 19:59
Telan Dana Rp74 Miliar, RS NU Babat Lamongan Diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (tengah), didampingi Bupati Lamongan dan Ketua PWNU Jatim, meresmikan RS NU Babat, Lamongan, Selasa (19/10/2021). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, LAMONGAN – Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad 1443 Hijriah, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Babat, Kabupaten Lamongan diresmikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/10/2021).

Pembangunan rumah sakit tipe D tersebut dimulai pada tahun 2017, dengan menelan anggaran sebesar Rp74 miliar.

"RS NU ini badan hukumnya berbentuk PT, terdiri dari beberapa pemilik saham. Semuanya menelan dana sekitar Rp74 miliar, dari tanah, alat kesehatan, sarana prasarana dan lain-lain," kata Komisaris RS NU Babat, Wiwid Mudjikan.

Menurut Wiwid, pembangunan RS NU Babat tersebut merupakan perwujudan dari dua cita-cita besar yang dicanangkan oleh PCNU Babat.

"PCNU Babat punya 2 program besar, yaitu mendirikan Universitas NU Babat dan RS NU Babat. Tapi pendirian universitas tidak bisa selesai, karena banyak kendala-kendala yang terlalu berat, hingga akhirnya diberhentikan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa berdirinya RS NU turut mengambil bagian dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Lamongan.

Orang nomor satu di Provinsi Jatim itu juga berharap adanya RS NU akan mampu memberikan penguatan terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Mudah-mudahan RS NU di Babat ini akan bisa memberikan pengembangan, penguatan derajat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, dan saya tunggu pengembangannya supaya minimal menjadi tipe C," ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyebut bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

IPM Lamongan mengalami kenaikan dari 72,57 di tahun 2019, menjadi 72,58 pada tahun 2020. Kenaikan ini didukung pula dengan kenaikan indeks pendidikan dari 0,637 di tahun 2019 menjadi 0,638 di tahun 2020, juga indeks kesehatan dari 0,804 menjadi 0,806. 

"Alhamdulillah, IPM Kabupaten Lamongan senantiasa mengalami kenaikan dari 72,57 tahun 2019 menjadi 72,58. Ini menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia di Kabupaten Lamongan yang dihitung dari indeks pendidikan, kesehatan, maupun kemampuan daya beli di Kabupaten Lamongan ini terus mengalami peningkatkan," kata Yuhronur.

Menurut Yunronur, kenaikan IPM tak terlepas dari kontribusi seluruh pihak, termasuk salah satunya kehadiran RS NU Babat ini. Menurutnya, pemerintah tidak bisa sendirian dalam menjalankan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, perlu adanya kerjasama dengan seluruh pihak agar pelayanan kesehatan ini dapat semakin baik kedepannya.

"Tentu nantinya bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, bersama kita semua untuk ikut serta memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Lamongan," kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.

Selain meresmikan RS NU Babat, Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Lamongan serta Wakil Bupati Lamongan, juga meresmikan Masjid Jami’ Al-Ikhlas di Desa Moropelang, Kecamatan Babat. (*) 

Pewarta : MFA Rohmatillah
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.