Kendang Banyuwangi Ternyata Eksis Hingga Luar Jawa
Perajin Kendang Banyuwangian, asal Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Abdul Ghonim. Sedang mencoba keplak kendang Banyuwangian produksinya. (FOTO: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

Kendang Banyuwangi Ternyata Eksis Hingga Luar Jawa

Alat musik Tradisional Banyuwangi, Jawa Timur, ternyata juga turut eksis hingga luar Pulau Jawa. Itu adalah Kendang Banyuwangian.  ... ...

TIMES Banyuwangi,Sabtu 12 Agustus 2023, 19:08 WIB
55K
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIDengan segala kekayaan alam dan budaya yang kian melangit. Alat musik Tradisional Banyuwangi, Jawa Timur, ternyata juga turut eksis hingga luar Pulau Jawa. Itu adalah Kendang Banyuwangian

Eksisnya Kendang Banyuwangian, diutarakan oleh perajin kendang asal Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Jawa Timur, Abdul Ghonim. Pasalnya kendang  Banyuwangian yang diproduksinya tembus hingga pasar Nasional.

“Saya sering menerima pesanan dari Jawa Timur, seperti Jombang, Surabaya, Jawa Tengah, paling jauh kirim hingga Riau Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo sampai Papua,” tuturnya, Sabtu (12/8/2023).

Lebih lanjut, Abdul, panggilan singkatnya mengatakan, lakunya kendang Jawa Timuran dihampir seluruh Nusantara, karena karakteristis suara dari kendang Banyuwangian terdengar enak (Kenting), terlebih saat dipakai mengiringi musik kontemporer atau variasian. Seperti suara keplaknya (taknya) yang punya ciri khas, membuat kendang Banyuwangi kerap dibuat kendang berdiri dan tidak hanya untuk kendang jaranan saja.

article
Proses pengeringan menjalin atau rotan kendang Banyuwangian oleh Abdul Ghonim. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

“Sekarang kendang Banyuwangian banyak dibuat variasian, seperti dibuat ketipung musik koploan, termasuk asololean,” tandas, pengrajin kendang bermerk DF Product itu.

Paling banyak, Abdul pernah menerima pesanan kendang Banyuwangian sebanyak 6 buah dalam sehari. Oleh sebab itu, ia selalu menyetok produksi kendang dan juga bekerja sama dengan pengrajin kendang lain.

Bukan hanya kendang Banyuwangian saja, Abdul juga memproduksi kendang lain seperti kendang Ciblon, Ketipung dan Kendang Jaipongan. Ia bercerita apabila kendang Banyuwangi berbeda dari kendang jawa atau kendang lainnya. Perbedaan paling kentara yaitu bahan dan suara yang dihasilkan.

Menurutnya, rata-rata kendang Jawa seperti Ciblon, Ketipung dan lainnya terbuat dari bahan kayu seperti kayu nangka dengan tali yang terbuat dari kulit juga. Sedangkan Kendang Banyuwangian terbuat dari Glugu atau Kayu Kelapa dengan tali terbuat dari rotan.

“Namun kendala yang sering terjadi karena telat Glugu atau rotannya, jadi saya harus muter mencarinya, apalagi untuk kayu kelapa tua, karena itu yang bagus dan susah dicari,” pungkas Abdul.

Abdul sudah 6 tahun memproduksi Kendang, pada awalnya ia produksi ketipung, seraya menerima servis atau memperbaiki kendang Banyuwangian. Karena banyak yang puas dan cocok dengan suara dan hasil servis kendang Banyuwangian Abdul, akhirnya ia belajar untuk mencoba memproduksinya sendiri.

article
Abdul Ghonim menjajal kendang Banyuwangian. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

Dalam pengerjaan membuat kendang menggunakan mesin, Abdul bisa menghasilkan 5 kendang dalam sehari dengan bahan yang sudah siap. Sedangkan untuk bahan yang masih mentah ia butuh waktu 3 hari untuk 1 buah kendang.

“Jika pengerjaan secara manual dengan cara ditatah, akan memakan waktu mingguan dalam mengerjakan sebuah kendang banyuwangian, dan 1 pohon kelapa dapat menghasilkan 5-6 kendang,” katanya.

“Kebanyakan permintaan kendang Banyuwangian berwarna hitam dan natural. Karena warna natural akan memperlihatkan tuanya kayu kelapa dan nampak serat-seratnya, itulah seninya,” imbuh Abdul.

Dibandrol mulai harga Rp500.000 untuk ketipung siap pakai dan sudah termasuk standing. Sedangkan harga kendang Banyuwangian bervariasi, mulai dari harga Rp1,2 juta hingga termahal Rp1,9 juta dengan kualitas super yaitu kayu kelapa bonggol tua yang berserat padat dan dibuat secara manual. 

“Saya membuat online shop yang juga menjual aksesoris kendang, seperti kulit, rotan dan lainya,” ucap perajin Kendang Banyuwangian, Abdul. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.