Berita

Melirik Pameran Foto dan Arsip Jejak Dinamika Politik Masa Orde Lama di Banyuwangi

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:20
Melirik Pameran Foto dan Arsip Jejak Dinamika Politik Masa Orde Lama di Banyuwangi Pagelaran pameran foto dan arsip jejak dinamika politik masa orde lama di Banyuwangi. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Sentuhan nostalgia menghiasi Co-Working Space TMP Banyuwangi dengan digelarnya pameran yang mengangkat jejak politik masa Orde Lama. Komunitas Pegon sebagai inisiator kegiatan ini membawa pengunjung untuk melirik masa lalu.

Founder Komunitas Pegon, Ayung Notonegoro, menyampaikan tujuan dari pameran yang bertajuk "Senandung Politik NU" ini.

"Kami menggelar kegiatan ini untuk memeriahkan Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan," ujar Ayung, Sabtu (10/2/2024).

Namun, tidak hanya sebagai perayaan demokrasi masa kini, pameran ini juga menjadi penghormatan pada perjalanan politik NU dari tahun 1952 hingga 1973 serta momentum Harlah 101 NU.

Dalam sorotan pameran, beberapa foto langka berhasil menarik perhatian pengunjung. Mulai dari kampanye akbar Partai NU menjelang Pemilu 1955 hingga momen-momen penting seperti pelantikan Bupati Banyuwangi Djoko Supaat Slamet pada tahun 1965.

"Kami juga memamerkan sejumlah surat-surat tua dan edaran dari Partai NU masa itu yang menyimpan banyak informasi berharga," tambah Ayung.

Tidak hanya menampilkan benda-benda fisik, pameran ini juga memberikan wawasan baru tentang dinamika politik pada masa itu.

Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Musthofa mengungkapkan kegembiraannya atas informasi-informasi baru yang diperolehnya.

"Saya mendapatkan banyak info yang sebelumnya belum pernah saya ketahui," ujarnya.

Pengunjung bukan hanya terbatas pada kalangan NU, tetapi juga melibatkan masyarakat umum. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, menyambut positif kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sangat menginspirasi karena menambah literasi sejarah anak-anak muda Banyuwangi," kata Bramuda.

Pameran ini bukan hanya sekadar pameran foto dan arsip, namun juga menjadi ajang edukasi dan diskusi.

"Apalagi momennya tepat menjelang Pemilu 2024, sehingga bisa menggugah kesadaran anak muda untuk berpartisipasi," tambah Bramuda.

Rencananya, pameran ini akan berlangsung hingga Sabtu malam dengan berbagai acara menarik. Salah satunya adalah bedah buku

"NU, PNI dan Kekerasan Pemilu 1971" karya Ken Ward yang akan dihadiri oleh Hairus Salim.

Sementara itu, pada Sabtu sore akan digelar diskusi tentang kearsipan bersama Sam Ardi, seorang akademisi yang memiliki minat terhadap perawatan arsip.

"Silakan kunjungi. Terbuka untuk umum dan gratis," pungkas Ayung.

Pameran ini tidak hanya menjadi jendela ke masa lalu politik Banyuwangi, tetapi juga menjadi panggilan untuk menghargai warisan sejarah dan memahami perjalanan politik yang telah membentuk identitas masyarakat. (*)

Pewarta : Laila Yasmin
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.