Sejarah Hari Ini: 19 Juli, Mengenang Sastrawan Sapardi Djoko Darmono
TIMES Banyuwangi/Sapardi Djoko Darmono (Foto: gramedia.com)

Sejarah Hari Ini: 19 Juli, Mengenang Sastrawan Sapardi Djoko Darmono

Sejarah hari ini mencatat peristiwa duka dari panggung satra Indonesia. Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan legendaris Indonesia wafat tahun lalu pada hari ini, yakni 19 Juli 2020.

TIMES Banyuwangi,Senin 19 Juli 2021, 17:45 WIB
924.9K
R
Ratu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345)

JAKARTASejarah hari ini mencatat peristiwa duka dari panggung satra Indonesia. Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan legendaris Indonesia wafat tahun lalu pada hari ini, yakni 19 Juli 2020. Sapardi yang lahir di Surakarta 20 Maret 1940 ini terkenal dengan puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, namun kuat dengan makna dan memikat emosi pembacanya.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Itu adalah bait puisi Aku Ingin karya Sapardi yang mungkin menjadi salah satu puisinya  yang paling dikenal masyarakat Indonesia, khususnya yang pernah jatuh cinta. Aku Ingin adalah puisi yang masuk buku kumpulan puisi berjudul "Hujan di Bulan Juni".

Selain Aku Ingin, yang dijadikan lagu oleh Dwiki Darmawan, beberapa pemusik Indonesia juga melakukan musikalisasi puisi milik Sapardi. Musikalisasi puisi adalah bentuk apresiasi puisi melalui bentuk musikal, mulai dari instrumen ataupun melodi musik hingga dinyanyikan. Sebut saja, puisi di Restoran, Kuhentikan Hujan, dan Hatiku Selembar Daun.

Selain buku Hujan di Bulan Juni, Sapardi telah menelurkan puluhan buku puisi.

Meski dikenal sebagai sastrawan, Sapardi yang lulusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM) sebenarnya seorang akademisi. Ia  pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) pada era 1999-2004.

Atas kontribusinya dibidang sastra, Sapardi telah banyak menerima sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri. Di tahun tahun 1978, Sapardi menerima penghargaan Cultural Award dari Pemerintah Australia. Kemudian tahun 1984 mendapat hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta atas bukunya yang berjudul Perahu Kertas.

Di tingkat Asean, Sapardi Djoko Damono juga mendapat hadiah SEA Write Award (Hadiah Sastra Asean) dari Thailand pada 1986. Lalu ada juga Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1990, Tahun 1996 ia memperoleh Kalyana Kretya dari Menristek RI, dan mendapat penghargaan The Achmad Bakrie Award for Literature pada 2003. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ratu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345)
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.