TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan sekaligus HUT ke-79 Hj. Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang sarat makna.
Kali ini, kader Banteng moncong putih Bumi Blambangan memilih sowan leluhur sebagai bentuk refleksi sejarah dan spiritual dengan menggelar tasyakuran di Petilasan (Punden) Eyang Joyo Kusumo alias Mbah Kopek, di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Selasa (27/1/2025).
Mengusung tema ‘Merawat Pertiwi, Menumbuhkan Harapan Kehidupan’ rangkaian kegiatan diisi dengan penanaman pohon, tabur benih ikan, santunan anak yatim, serta pemotongan tumpeng tanda ungkapan syukur serta harapan kebaikan.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen PDI Perjuangan terhadap pelestarian lingkungan, keseimbangan ekosistem, dan kepedulian sosial.
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi melakukan penanaman pohon di HUT Partai PDI Perjuangan Ke-53. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Acara dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Ana Aniati, Bendahara DPC Desi Prakasiwi, Ketua PAC Kecamatan Muncar Khoiriman, Kepala Desa Kumendung, Husaini, jajaran fraksi, PAC, ranting, hingga anak ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Muncar.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang ditujukan kepada tokoh proklamator bangsa, Ir. H. Soekarno, sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Bung Karno bagi Indonesia.
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, menyampaikan, bahwa peringatan HUT partai dan ulang tahun Megawati Soekarnoputri bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat nilai perjuangan.
“Dalam rangka memperingati HUT Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri ke-79 sekaligus HUT PDI Perjuangan ke-53, kita diajak kembali pada nilai keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.
Kader DPC PDI Perjuangan menabur benih ikan di Tirto Kahuripan Sendang Kopek. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Menurutnya, Megawati tidak hanya menjadi simbol PDI Perjuangan, tapi juga sosok ibu bangsa Indonesia.
“Beliau adalah presiden perempuan pertama Indonesia. Ibu Megawati tidak mengikuti arus politik, tapi konsisten menjaga nilai dan kepedulian terhadap ekologi,” ungkapnya.
Dia berharap seluruh struktur partai di Kecamatan Muncar tetap solid dan terus hadir di tengah masyarakat.
“Amanah Ibu Mega jelas, kader harus turun ke bawah. Saya yakin kader PDI Perjuangan di Muncar solid, bekerja untuk rakyat, dan bonusnya kemenangan pada 2029,” tegasnya.
Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Desi Prakasiwi, menekankan pentingnya merawat bumi sebagai bagian dari ideologi partai.
“Kegiatan hari ini adalah wujud nyata merawat Bumi Pertiwi melalui penanaman pohon dan pelepasan benih ikan emas demi keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
Kader PDI Perjuangan yang dikenal totalitas ini juga menyatakan komitmen untuk terus mengayomi kader dan masyarakat.
“Saya, Desi Prakasiwi, siap merangkul dan mengayomi. Dari ujung timur Pulau Jawa, kami mengucapkan selamat ulang tahun PDI Perjuangan. Satyam Eva Jayate, di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Fazar Dimas Priyatna |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |