Bule Ceko Kepincut Tradisi Tumpeng Sewu Suku Osing Banyuwangi
Wisatawan mancanegara sedang menikmati sajin Pecel Pitik pada tradisi Tumpeng Sewu Desa Kemiren, Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

Bule Ceko Kepincut Tradisi Tumpeng Sewu Suku Osing Banyuwangi

Tradisi Tumpeng Sewu yang digelar masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menyita perhatian wisatawan mancanegara.

TIMES Banyuwangi,Jumat 22 Mei 2026, 12:45 WIB
1.5K
M
Muhamad Ikromil Aufa

BANYUWANGITradisi Tumpeng Sewu yang digelar masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menyita perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya datang dari Republik Ceko, Adam, yang mengaku terpesona dengan suasana kebersamaan, keramahan warga, hingga sajian kuliner khas Osing yang disuguhkan dalam tradisi tahunan tersebut.

Festival yang digeber pada (21/5/2026) ini, ribuan warga dan wisatawan tumplek blek sepanjang jalan Desa Kemiren untuk mengikuti tradisi makan tumpeng bersama. 

Di bawah cahaya lampu dan dekorasi khas kampung adat Osing, suasana guyub begitu terasa ketika warga duduk berjajar menikmati hidangan bersama-sama.

Adam mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi budaya seperti Tumpeng Sewu. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama berkunjung ke Banyuwangi.

article
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat mengikuti tradisi Tumpeng Sewu. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

“Beruntung saya bisa menjadi bagian dari tradisi ini. Makanannya enak, cocok di lidah. Masyarakatnya juga sopan dan ramah. Saya senang bisa ke sini,” cetus Adam.

Tak hanya menikmati suasana, wisatawan asal Eropa itu juga tampak antusias mencicipi pecel pitik, sajian khas Osing yang menjadi menu wajib dalam Tradisi Tumpeng Sewu. Kuliner berbahan ayam kampung panggang yang dipadukan dengan parutan kelapa berbumbu khas itu memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Hal senada juga diungkapkan pengunjung asal Semarang, Ati, yang juga mengaku terkesan dengan kekompakan masyarakat Desa Kemiren dalam menjaga tradisi leluhur mereka.

“Warganya rukun dan guyub. Masakannya juga lezat. Tadi sampai nambah dua kali,” ucapnya.

Tradisi Tumpeng Sewu sendiri merupakan ritual turun-temurun masyarakat Osing sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki selama setahun terakhir. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Adha.

article
Suasana kerukunan warga Desa Kemiren saat tradisi Tumpeng Sewu. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

Dalam pelaksanaannya, ribuan tumpeng disiapkan secara swadaya oleh warga dan disajikan di sepanjang jalan desa untuk dinikmati bersama. Semangat gotong royong masyarakat terlihat dari keterlibatan hampir seluruh warga dalam menyiapkan acara tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai Tradisi Tumpeng Sewu menjadi salah satu kekuatan budaya lokal Banyuwangi yang terus terjaga hingga kini.

“Ini adalah bagian kekuatan lokal yang akan terus kita promosikan. Budaya gotong royong seperti ini tidak dimiliki semua daerah. Ini merupakan kelebihan Desa Kemiren yang harus terus dilestarikan,” ujar Ipuk.

Sebelum prosesi makan bersama dimulai, warga terlebih dahulu menggelar ritual Ider Bumi dengan mengarak barong mengelilingi desa dari dua arah berbeda. Arak-arakan kemudian bertemu di depan Balai Desa Kemiren dan dilanjutkan doa bersama memohon keselamatan serta dijauhkan dari bencana dan penyakit.

Rangkaian tradisi juga diisi ritual mepe kasur dan Mocoan Lontar Yusup semalam suntuk. Tradisi pembacaan naskah kuno tersebut dipercaya sebagai bentuk selamatan sekaligus tolak bala bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Kemiren, Muhammad Arifin, mengatakan bahwa tradisi yang terus dijaga masyarakat itu merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar menjaga harmoni kehidupan.

“Ini merupakan wujud syukur kami kepada Allah atas limpahan rezeki selama satu tahun, sekaligus doa agar kami selalu diberi keselamatan dan dihindarkan dari bala,” ujarnya.

Konsistensi masyarakat menjaga tradisi budaya membuat Desa Kemiren kian dikenal hingga tingkat internasional. Pada 2025, desa ini meraih The 5th ASEAN Homestay Award dalam ASEAN Tourism Award di Malaysia dan masuk jaringan desa wisata terbaik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.