Senja di AWT, Cara Syahdu Menikmati Sunset di Banyuwangi Lewat Kuliner dan Seni
Wisatawan bisa merasakan perpaduan suasana senja dengan kuliner, seni, hingga hiburan dalam satu pengalaman utuh melalui “Senja di AWT” di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi.
Banyuwangi – Ada cara baru yang lebih syahdu untuk menikmati matahari terbenam di Banyuwangi. Tak sekadar menyaksikan langit jingga, kini wisatawan bisa merasakan perpaduan suasana senja dengan kuliner, seni, hingga hiburan dalam satu pengalaman utuh melalui “Senja di AWT” di Agro Wisata Tamansuruh (AWT).
Memasuki sore hari, kawasan AWT yang biasanya ramai sejak pagi perlahan berubah wajah. Suasana menjadi lebih hangat dan romantis, seiring cahaya matahari yang mulai meredup di balik gugusan pegunungan Ijen.
Di momen inilah, Senja di AWT hadir menawarkan pengalaman berbeda, menikmati keindahan alam sambil ditemani sajian rasa dan karya seni.
General Manager (GM) AWT, Sudarmanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif yang tergabung dalam asosiasi Kumbara.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus memberi ruang pelaku kreatif lokal untuk berkembang.
“Jadi kita menggandeng berbagai komunitas untuk mengisi kegiatan Senja di AWT. Harapan kami perputaran ekonomi bisa dirasakan di semua sektor pariwisata,” katanya, Jumat (1/5/2026).
Salah satu daya tarik utama dari kegiatan ini adalah ragam kulinernya. Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan makanan, mulai dari hidangan tradisional khas Banyuwangi hingga menu modern yang kekinian.

Menyantap camilan hangat di tengah udara sejuk pegunungan, sambil memandang langit yang berubah warna, menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Tak hanya memanjakan lidah, program ini juga menghadirkan layanan relaksasi berupa terapi pijat. Fasilitas ini menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin melepas penat setelah beraktivitas seharian, dengan sensasi pijatan yang berpadu dengan kesejukan alam terbuka.
Bagi pecinta fotografi dan pemburu konten media sosial, area ini juga dilengkapi berbagai sudut estetik. Dekorasi yang dirancang selaras dengan nuansa alam membuat setiap sudut terasa Instagramable, sehingga pengunjung betah berlama-lama mengabadikan momen.
Sentuhan seni semakin menguatkan suasana. Pengunjung dapat menyaksikan pameran karya seni rupa dari seniman lokal hingga mencoba pengalaman live sketsa secara langsung. Interaksi ini menciptakan ruang terbuka yang inklusif antara kreator dan penikmat seni.
Saat malam mulai turun, suasana kian hidup dengan hadirnya panggung kesenian. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari musik akustik hingga atraksi seni budaya khas daerah, yang menemani pengunjung menikmati suasana temaram lampu di bawah langit malam.
Lebih dari sekadar hiburan, program ini juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Mereka mendapat kesempatan untuk memamerkan produk dan karya kepada wisatawan, sekaligus memperluas pasar.
Senja di AWT digelar rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu di awal bulan, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Dengan tiket masuk Rp10 ribu yang sudah termasuk voucer dengan nilai yang sama, pengunjung bisa langsung menikmati berbagai sajian yang tersedia.
Program ini direncanakan berlangsung hingga Desember mendatang, menjadikannya salah satu agenda wisata yang patut dinantikan. Dengan konsep yang menyatukan alam, rasa, dan seni, Senja di AWT menghadirkan cara baru yang lebih bermakna dalam menikmati senja di Bumi Blambangan. (*)
Pewarta: Muhamad Ikromil Aufa
Editor:
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

