Tiga Hidangan Pembuka Berbuka Puasa Ramadan di Banyuwangi
TIMES Banyuwangi/Kue Patola Banyuwangi. (Foto : Dokumentasi TIMES Indonesia)

Tiga Hidangan Pembuka Berbuka Puasa Ramadan di Banyuwangi

Memasuki bulan suci Ramadan, Bumi Blambangan tidak hanya menawarkan pesona alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang menggoda selera.

TIMES Banyuwangi,Selasa 17 Februari 2026, 11:01 WIB
2.8K
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIMemasuki bulan suci Ramadan, Bumi Blambangan tidak hanya menawarkan pesona alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang menggoda selera. Bagi masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, momen berbuka puasa terasa kurang lengkap tanpa kehadiran hidangan manis nan legendaris.

Berikut adalah tiga rekomendasi takjil pilihan yang menjadi favorit warga lokal untuk membatalkan puasa :

Kue Patola : Primadona Ramadan yang Langka

Kue Patola merupakan kuliner paling ikonik di Banyuwangi karena sifatnya yang eksklusif. Hidangan ini umumnya hanya dapat dijumpai saat bulan Ramadan. Terbuat dari tepung beras yang dibentuk menyerupai gumpalan mi halus. Kue ini hadir dengan warna-warni cerah seperti merah muda, hijau, dan putih.

Teksturnya yang sangat lembut menjadikannya ramah di lambung setelah seharian berpuasa. Patola disajikan dengan kuah santan yang dicampur gula jawa, memberikan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas.

Kopyor Roti: Kuliner Legendaris Suku Osing

Menjadi santapan turun-temurun, Kopyor Roti tetap menduduki kasta tertinggi takjil di hati masyarakat Banyuwangi. Kudapan ini dikenal kaya manfaat dan memberikan rasa kenyang yang nyaman.

Hidangan khas suku Osing, suku asli Banyuwangi, ini terdiri dari potongan roti tawar, bihun, dan terkadang ditambahkan mutiara atau nangka untuk memperkaya rasa.

Semua bahan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang, disiram santan dan gula. Kemudian dikukus hingga aromanya meresap. Wangi daun pisang yang menggoda menjadi daya tarik utama dari kudapan tradisional ini.

Es Pisang Ijo Om Jimmy: Idola Baru di Pusat Kota Banyuwangi

article
Es Pisang Ijo Om Jimmy Banyuwangi. (Foto : Dokumentasi TIMES Indonesia)

Bagi pemburu kesegaran, Es Pisang Ijo Om Jimmy, yang ada di kawasan Jalan MH Thamrin, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi, adalah destinasi wajib. Meski berasal dari Makassar, versi Om Jimmy telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual berbuka warga Banyuwangi Kota.

Pisang raja kualitas premium yang dibalut adonan tepung berwarna hijau ini dikenal sangat empuk dengan tingkat kematangan yang pas. Satu porsinya dilengkapi dengan bubur sumsum dan kopyor kelapa yang sangat lembut, sirup merah legendaris, serta guyuran susu kental manis.

Harganya yang terjangkau, membuatnya selalu dipadati antrean. Bagi yang ingin mencoba, disarankan untuk datang lebih awal. Karena pada pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB, seluruh dagangan Es Pisang Ijo Om Jimmy, hampir bisa dipastikan sudah ludes diserbu untuk menu pembuka berbuka puasa.

Ketiga kuliner ini membuktikan bahwa Banyuwangi tidak hanya kaya akan tradisi. Tetapi juga memiliki cita rasa yang mampu memanjakan lidah setiap orang yang berkunjung di bulan penuh berkah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.