Pastikan Keamanan Pangan, Puluhan Pasar Takjil Ramadan di Banyuwangi Disisir
TIMES Banyuwangi/Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pastikan pasar takjil ramadan di Banyuwangi aman dan nyaman dikonsumsi warga. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

Pastikan Keamanan Pangan, Puluhan Pasar Takjil Ramadan di Banyuwangi Disisir

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan keamanan pangan selama Ramadan dengan mengerahkan seluruh Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk menyisir puluhan pasar takjil yang tersebar di berbagai kecamatan.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 28 Februari 2026, 11:35 WIB
174
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIPemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan keamanan pangan selama Ramadan dengan mengerahkan seluruh Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk menyisir puluhan pasar takjil yang tersebar di berbagai kecamatan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, telah menginstruksikan seluruh dinas terkait, Puskesmas, kecamatan hingga pemerintah desa untuk mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil. Tak hanya soal kelancaran dan kenyamanan, aspek keamanan makanan juga menjadi perhatian utama.

"Ini sudah menjadi SOP. Kami telah intruksikan, seluruh Puskesmas untuk rutin memeriksa makanan yang ada di Pasar Takjil di wilayah kerja masing-masing. Ini agar makanan dan minuman yang dijual di Pasar Takjil aman dari bahan-bahan berbahaya," kata Ipuk, Sabtu, (28/2/2026). 

Total saat ini terdapat 60 titik pasar takjil Ramadan yang tersebar di seluruh kecamatan se-Banyuwangi, yang melibatkan sekitar 2.245 pedagang.

Ipuk mengimbau pelaku kuliner hanya menggunakan bahan baku yang aman dan sehat.

"Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, pasti konsumen akan loyal dan akan datang untuk membeli kembali. Tentu ini membantu usaha mereka langgeng," ungkapnya.

Seperti yang dilakukan tim laboratorium puskesmas Purwoharjo, Tim yang terdiri atas tenaga ahli gizi, analis kesehatan, serta petugas promosi kesehatan tersebut tampak sibuk menguji sampel produk makanan yang diambil secara acak dari sejumlah pelapak di pasar takjil Ramadhan setempat. Seperti es sirup, mutiara, saos, cilok, dan banyak lainnya.

"Hari ini tim sudah mengambil 10 sampel makanan/minuman dan langsung diuji di lokasi," ujar Kepala Puskesmas Purwoharjo, dr. Sri Istyantini.

Tim ini secara teliti menguji satu per satu sampel makanan yang telah dikumpulkan untuk memastikan makanan tersebut bebas dari bahan berbahaya. Seperti formalin, boraks dan rodamin B, sehingga layak dan aman dikonsumsi.

"Apabila ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan, produk tersebut akan kami tarik, dan kami edukasi kepada pedagang terkait agar menggunakan bahan pangan yang aman," kata dr. Sri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.