13 Hari Operasi Ketupat Semeru 2026, Ratusan Personel Gabungan Banyuwangi Disebar
Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi mulai disebar ke sejumlah posko termasuk Obyek Vital Nasional (Obvitnas) guna menjalankan tugas selama 13 hari dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
BANYUWANGI – Memasuki masa mudik lebaran, pengamanan di wilayah hukum Banyuwangi resmi diperketat. Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi mulai disebar ke sejumlah posko termasuk Obyek Vital Nasional (Obvitnas) guna menjalankan tugas selama 13 hari dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
Sebelum mulai menyebar dan menyukseskan Operasi Ketupat Semeru 2026 sejak, tanggal 13 sampai dengan 25 Maret. Pada Kamis (12/3/2026) sebanyak 420 personel gabungan yang akan diterjunkan itu mengikuti gelar Apel Pasukan di Mapolresta Banyuwangi, untuk mengecek kesiapan mereka.
Diketahui, dari total 420 personel gabungan tersebut, terdiri dari dari 200 personel anggota Polri, 150 personel anggota TNI dan 70 personel dari instansi terkait diantaranya Satpol PP, Dishub Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi, BPBD Banyuwangi dan instansi lainnya.
“Personel akan disebar di 10 titik pos pengamanan, dari 10 pos ada satu pos pengamanan terpadu di Pelabuhan ASDP Ketapang," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., saat memberikan laporan pimpinan apel.
Gelar apel yang dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq itu, turut dihadiri Wakil Bupati Ir. H, Mujiono, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya S.H. M.I.P., sejumlah Forkopimda Banyuwangi, termasuk Pejabat utama (PJU) Polresta Banyuwangi hingga tokoh agama di Banyuwangi.
Kombes Pol. Rofiq mengatakan, jika para personel tersebut, akan membantu proses pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik di Banyuwangi. Termasuk menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)
"Operasi ini tentunya untuk menjaga pengamanan di titik-titik rawan kriminalitas, kemacetan, dan kecelakaan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas para pemudik," paparnya.
"Tentunya kami mengharapkan seluruh pemudik bisa berkumpul dengan keluarganya dengan aman dan selamat," harap Kombes Pol. Rofiq.
Juga disampaikan oleh Kombes Pol. Rofiq, jika puncak arus mudik akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang mudik pertama diprediksi terjadi pada 14-15 Maret 2026, sedangkan gelombang mudik kedua diperkirakan bakal terjadi pada 18-19 Maret 2026.
Sebaliknya, lanjut Kombes Pol. Rofiq, untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026, termasuk tanggal 28-29 Maret 2026.
“Dengan begitu fokus utama dalam operasi tersebut untuk menciptakan mudik aman keluarga bahagia," cetusnya.
Kombes Pol. Rofiq berpesan agar semua personel turut mengawasi lingkungan di tempat tinggal masing-masing. Supaya rumah kosong dan kendaraan yang ditinggal mudik terus terjaga dan aman dari tindak kriminalitas.
"Saya juga meminta para personel untuk peduli terhadap lingkungan, pantau juga rumah-rumah kosong yang ditinggalkan mudik. Agar mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan ataupun sasaran para pelaku kejahatan. Makanya patroli secara preventif juga harus dilakukan secara berkala," tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

