Jasad Perempuan Ditemukan Mengapung di Kanal Dam Puter Purwoharjo Banyuwangi
Sosok jasad perempuan ditemukan mengapung di aliran sungai atau kanal Dam Puter, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.
BANYUWANGI – Sosok jasad perempuan ditemukan mengapung di aliran sungai atau kanal Dam Puter, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (9/3/2026).
Kapolsek Purwoharjo, Iptu Agus Suhartanto menerangkan, jasad tersebut perempuan itu pertama diketahui oleh warga saat mengatur aliran air sawah sekira pukul 14.00 WIB.
“Saksi yang sedang mengecek aliran air sawah melihat sesosok tubuh perempuan dalam posisi terlentang mengapung di kanal Dam Puter di wilayah Dusun Krajan,” katanya, Selasa (10/3/2026).
Selanjutnya, saksi melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan warga sekitar. Oleh pihak desa, informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Purwoharjo langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), bersama perangkat desa dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwoharjo untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.
“Petugas bersama perangkat desa serta tenaga medis dari Puskesmas Purwoharjo langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah,” jelas Iptu Agus.
Dari hasil pemeriksaan medis awal atau visum luar, lanjut Iptu Agus, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan unsur penganiayaan. Kondisi tubuh korban kurus dan diperkirakan meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan,” ungkapnya.
Setelah diselidiki, korban tersebut diketahui bernama Yeni Novita Sari (20), warga Dusun Tanjungrejo, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring.
Keterangan keluarga menyebut, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi serta gangguan mental. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat epilepsi dan gangguan mental. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Iptu Agus.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Desa Siaga Sembulung untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi memastikan seluruh rangkaian penanganan berjalan aman dan lancar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




