Ekonomi

DLH Banyuwangi Luncurkan Program Simpling dan Green Living

Kamis, 01 Juli 2021 - 19:45
DLH Banyuwangi Luncurkan Program Simpling dan Green Living Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat membuka acara (Foto : Rizki Alfian/ TIMESIndonesia)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Banyuwangi meluncurkan inovasi untuk mempermudah pelayanan kepada publik. Program yang diluncurkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tersebut adalah Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan (program Simpling) dan Green Living.

Ipuk menjelaskan, program Green Living merupakan program edukasi untuk menumbuhkan gaya hidup bersih dan sehat di kalangan warga. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan untuk menanamkan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Seperti Green to School (sekolah adiwiyata), Green to Village (Desa/Kelurahan Berseri), dan Green Islamic Boarding School (Ekopesantren). 

“Lewat kegiatan tersebut kita harapkan masyarakat bisa memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pelestarian lingkungan dan menuju pembangunan berkelanjutan,” kata Ipuk dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 yang digelar di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (1/7/2021).

Selain itu, lanjut dia, edukasi Green Living juga diwujudkan lewat layanan Bank Sampah Giat Keliling (Bagiak). Layanan mobile (keliling) Bank Sampah mendatangi permukiman sehingga memudahkan warga dalam menabung sampah.

“Banyuwangi juga melakukan program menjaga mata air (Mentari). Program ini dilakukan lewat penanaman pohon berdaya serap air tinggi di wilayah bantaran sungai. “Alhamdulillah, laporan dari DLH menyebutkan total saat ini ada 8 juta pohon yang telah kita tanam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Banyuwangi Husnul Chotimah menjelaskan terkait aplikasi Simpling. Simpling merupakan layanan jasa pengujian kualitas lingkungan yang berbasis digital.

“Ini cara kami menyiasati pandemi covid 19 dengan melakukan pelayanan digital. Mereka yang ingin melakukan uji terkait kualitas lingkungan bisa melakukan pendaftaran lewat web dan mengirimkan samplingnya via jasa pengiriman,” kata Husnul.

Simpling adalah aplikasi pelayanan laboratorium yang telah berbasis web. Perusahaan yang ingin melakukan uji kualitas lingkungan cukup melakukan pendaftaran dan mengisi datanya lewat aplikasi.

“Tidak hanya itu, para pengguna jasa juga bisa melihat sejauh mana proses pengujian samplingnya berdasar time line yang ada dalam fitur. Misal, hari ini sudah sejauh apa prosesnya. Hasilnya nanti akan kami kirimkan via email,” kata Husnul.

Husnul menambahkan, dengan inovasi Simpling tersebut, Laboratorium DLH Banyuwangi menjadi laboratorium DLH pertama di Jawa Timur yang telah menerapkan laboratory Information Management System (LIMS).

“Se Indonesia, baru tiga laboratorium yang sudah menerapkan LIMS ini. Yakni laboratorium Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan; Kabupaten Bandung, Jawa Barat; dan Kabupaten Banyuwangi,” kata Husnul.

Husnul menyebut, selain melayani perusahaan di Banyuwangi, laboratorium DLH Banyuwangijuga melayani beberapa perusahaan beberapa daerah di eks karesidenan Besuki. “Layanan kami juga menyasar hingga Bali,” pungkasnya.  (*)

Pewarta : Rizki Alfian
Editor : Irfan Anshori
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.